KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peternak unggas mandiri menggugat Menteri Pertanian RI (Mentan) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Dalam sidang ke-3 gugatan Peternak Rakyat Alvino Antonio W. Vs Kementan RI yang dilakukan pada Selasa, 25 Januari 2022, penggugat menghadirkan saksi ahli Prof Dr. Muladno, Guru Besar Peternakan IPB. Kuasa hukum Alvino, Hermawanto dalam keterangannya, Kamis (27/1) mengungkapkan ahli Muladno membenarkan harga ayam murah disebabkan oversupply. “Oversupply terus menerus terjadi karena ada perhitungan data yang tidak tepat,” ujar Hermawanto. Ketika terjadi oversupply atau kelebihan stok ayam, Kementan seharusnya tidak perlu menambah kuota impor GPS (Grand Parent Stock). “Tindakan cutting dan afkir dini adalah upaya untuk mengurangi oversupply. Dan jika harga tetap di bawah harga acuan maka berarti oversupply masih terjadi. Dan dari dulu masih menjadi masalah klasik, namun pemerintah harus hadir, pengawasan yang harus diperkuat,” jelas Hermawanto.
Kondisi Oversupply Dinilai Menjadi Penyebab Rendahnya Harga Ayam
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peternak unggas mandiri menggugat Menteri Pertanian RI (Mentan) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta. Dalam sidang ke-3 gugatan Peternak Rakyat Alvino Antonio W. Vs Kementan RI yang dilakukan pada Selasa, 25 Januari 2022, penggugat menghadirkan saksi ahli Prof Dr. Muladno, Guru Besar Peternakan IPB. Kuasa hukum Alvino, Hermawanto dalam keterangannya, Kamis (27/1) mengungkapkan ahli Muladno membenarkan harga ayam murah disebabkan oversupply. “Oversupply terus menerus terjadi karena ada perhitungan data yang tidak tepat,” ujar Hermawanto. Ketika terjadi oversupply atau kelebihan stok ayam, Kementan seharusnya tidak perlu menambah kuota impor GPS (Grand Parent Stock). “Tindakan cutting dan afkir dini adalah upaya untuk mengurangi oversupply. Dan jika harga tetap di bawah harga acuan maka berarti oversupply masih terjadi. Dan dari dulu masih menjadi masalah klasik, namun pemerintah harus hadir, pengawasan yang harus diperkuat,” jelas Hermawanto.