Konferensi Indonesia Adventure Travel Trade digelar 3 Agustus 2019



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor pariwisata memiliki peran yang besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Di Indonesia misalnya, pariwisata menyumbang kontribusi langsung sebesar US$ 13,5 miliar terhadap PDB tahun 2018.

Oleh karena itu, pariwisata harus terus dikembangkan. Adventure Travel atau wisata petualangan muncul sebagai salah satu tipe pariwisata dengan pertumbuhan yang cepat dan segmentasi pasar yang kian meluas di dunia.

Ini adalah jenis pariwisata yang melibatkan eksplorasi atau perjalanan yang mengandung risiko dan berpotensi membutuhkan keterampilan dan peralatan khusus


Ronie Ibrahim, Indonesia Internasional Outdoor Festival (IIOutfest) mengatakan, Indonesia sebagai negara yang terletak di daerah tropis khatulistiwa memiliki aneka ragam potensi alam dan budaya sebagai destinasi wisata petualangan yang menarik mulai dari wisata petualangan nusa (berbasis aktivitas di daratan), wisata petualangan tirta (berbasis aktivitas di perairan) dan wisata petualangan dirga (berbasis aktivitas di udara).

Di Indonesia terdapat beberapa destinasi unggulan wisata petualangan, yaitu: Gunung Mas Bogor, Batu Malang, dan Timbis Bali (Wisata Paralayang), Gunung Semeru Malang, Gunung Rinjani Lombok, Gunung Carstensz Papua, Gunung Gede Pangrango Cianjur, Gunung Merapi Merbabu Jogja dan Gunung Kerinci (Wisata Pendakian Gunung), Gua Jomblang DIY, Cipicung Sukabumi, dan Kali Suci DIY (Wisata Gua) serta Sungai Citarik Sukabumi, Sungai Progo Jogja dan Sungai Ayung Bali (Wisata Sungai).

Guna mendorong pertumbuhan wisata petualangan, pelaku industri di sektor ini akan menggelar konferensi bertajuk Indonesia Adventure Travel Trade Conference 2019 pada 3 Agustus mendatang. Kegiatan ini akan mengusung tema Membangun Industri Wisata Petualangan Indonesia Yang Kompetitif.

Melihat beranekaragamnya jenis wisata tersebut , dapat dipastikan bahwa Indonesia adalah surga untuk wisata petualangan di daerah tropis yang memiliki potensi yang besar dalam pembangunan industri wisata petualangan yang akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Untuk mencapai itu, perlu kerja sama seluruh pihak terkait dalam industri wisata petualangan. Salah satunya mengadakan sebuah kegiatan yang mempertemukan para pelaku industri wisata petualangan untuk dapat memahami potensi, peluang, peran dan strategi bersama dalam rangka melakukan pembangunan industri wisata yakni lewat konferensi ini. " jelas Ronie dalam keterangan resminya Rabu (29/5).

Menurutnya, konferensi itu penting dilaksanakan untuk memberikan berbagai dampak positif, bagi pemerintah, pelaku industri dan masyarakat dalam membangun industri wisata petualangan Indonesia yang kompetitif di tingkat internasional.

Konferensi ini sendiri akan dilaksanakan bersamaan dengan event Indonesia International Outdoor Festival (IIOUTFEST) pada 1-4 Agustus 2019 di Jakarta. Festival bagi para pecinta penghobi kegiatan outdoor menargetkan mendatangkan 80 ribu pengunjung dan membidik transaksi Rp 50 miliar.

Seperti diketahui, industri pariwisata yang terfokus pada aspek petualangan ini telah mulai berkembang di Eropa dan Amerika. Wisata petualangan ikut mendorong pertumbuhan investasi dan pembangunan baru yang pesat di kawasan destinasi petualangan, dan hal ini terus menampakkan tren yang meningkat sejak abad ke-20 dengan kehadiran ceruk pasar (niche market) yang berbasis pada variasi atraksi yang ada.

Perkembangan wisata petualangan juga bisa dilihat sebagai respon positif dari adanya pergeseran mass tourism (pariwisata massal) ke special interest tourism (pariwisata minat khusus).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto