JAKARTA. Sejak masa transisi pemerintahan baru, publik berharap pada komitmen politik reforma dan penyelesaian konflik agraria melalui peningkatan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjadi Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau BPN (ATR/BPN). Namun, setelah setahun berjalan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla belum menunjukkan komitmen tersebut. Terbukti, menurut data rekaman Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), jumlah konflik agraria sepanjang 2015 secara luasan, kejadian, dan korban yang diakibatkan masih sangat tinggi.
Konflik agraria terbanyak ada di dua sektor ini
JAKARTA. Sejak masa transisi pemerintahan baru, publik berharap pada komitmen politik reforma dan penyelesaian konflik agraria melalui peningkatan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menjadi Kementerian Agraria dan Tata Ruang atau BPN (ATR/BPN). Namun, setelah setahun berjalan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla belum menunjukkan komitmen tersebut. Terbukti, menurut data rekaman Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), jumlah konflik agraria sepanjang 2015 secara luasan, kejadian, dan korban yang diakibatkan masih sangat tinggi.