KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar minyak dunia. Kekhawatiran terhadap potensi serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran serta gangguan pasokan dari sejumlah negara produsen berpeluang menjaga harga minyak tetap tinggi. Mengutip Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup di level US$ 103,27 per barel pada perdagangan Jumat (23/10/2026), naik 3,82% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga minyak Brent menguat 3,14% menjadi US$ 116,72 per barel. Presiden AS Donald Trump pada Rabu menyatakan AS tidak sedang bernegosiasi dengan Teheran dan menyebut sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat. Laporan mengenai rencana serangan baru AS dan Israel terhadap Iransetelah pemilihan paruh waktu AS turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap prospek pasokan energi.
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Berpotensi Melejit ke Level US$ 118 per Barel
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar minyak dunia. Kekhawatiran terhadap potensi serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran serta gangguan pasokan dari sejumlah negara produsen berpeluang menjaga harga minyak tetap tinggi. Mengutip Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) ditutup di level US$ 103,27 per barel pada perdagangan Jumat (23/10/2026), naik 3,82% dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga minyak Brent menguat 3,14% menjadi US$ 116,72 per barel. Presiden AS Donald Trump pada Rabu menyatakan AS tidak sedang bernegosiasi dengan Teheran dan menyebut sesuatu akan terjadi dalam waktu dekat. Laporan mengenai rencana serangan baru AS dan Israel terhadap Iransetelah pemilihan paruh waktu AS turut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap prospek pasokan energi.
TAG: