KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah dunia kembali dibayangi tren kenaikan seiring memanasnya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran pasar global terhadap potensi gangguan rantai pasok energi yang dapat berlangsung dalam jangka panjang. Berdasarkan data Trading Economics per Senin (20/7/2026), harga minyak mentah Brent berada di level US$ 88,427 per barel atau naik 0,37% secara harian. Di sisi lain, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat di posisi US$ 82,224 per barel, terkoreksi tipis sebesar 0,32%. Analis PT Finex Bisnis Solusi Future, Brahmantya Himawan, menilai pergerakan harga komoditas energi masih berada dalam tren menguat di tengah konflik bersenjata yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus US$ 140 per Barel
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah dunia kembali dibayangi tren kenaikan seiring memanasnya eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memicu kekhawatiran pasar global terhadap potensi gangguan rantai pasok energi yang dapat berlangsung dalam jangka panjang. Berdasarkan data Trading Economics per Senin (20/7/2026), harga minyak mentah Brent berada di level US$ 88,427 per barel atau naik 0,37% secara harian. Di sisi lain, minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat di posisi US$ 82,224 per barel, terkoreksi tipis sebesar 0,32%. Analis PT Finex Bisnis Solusi Future, Brahmantya Himawan, menilai pergerakan harga komoditas energi masih berada dalam tren menguat di tengah konflik bersenjata yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.