Konflik geopolitik berkurang, bursa Asia rebound



TOKYO. Bursa Asia dibuka menguat di awal pekan ini, Senin (11/8). Bursa rebound dari penurunan terdalam sejak Mei di akhir pekan lalu, ditopang faktor eksternal, perpanjangan gencatan senjata antara Israel dan Hamas, serta penurunan ketegangan antara Rusia dan Ukraina. 

Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,4% ke 144,68 pada pukul 9.01 di Tokyo. Indeks ini terperosok 1,4% pada 8 Agustus lalu, terdalam sejak 7 Mei, dan menjadikan acuan Asia ini merosot 2,4% dalam sepekan. 

"Dalam jangka pendek, konflik geopolitik masih menjadi pertimbangan pertama investor dalam membuat keputusan. Konklusi dari akhir pekan lalu, ketegangan konflik mereda," kata Evan Lucas, market strategist di IG Ltd, Sidney. 


Indeks Topix Jepang pagi ini melompat 1,4%, setelah turun 2,4% pada akhir pekan lalu. Sedangkan Indeks Kospi di Korea Selatan menanjak 0,8%. 

Indeks S&P/ASX 200 bertambah 0,2%, dan NZX 50 Index di Selandia Baru naik 0,1%. Bursa di Hong Kong dan China belum dibuka, sementara bursa Thailand akan libur hingga besok. 

Bursa Asia bergerak seiring dengan kenaikan di Index Future Standard & Poor's 500, sebesar 0,2% hari ini. Sedangkan futures indeks Hang Sseng di Hong Kong menguat 0,5%. 

Pemerintah Rusia di akhir pekan lalu mulai menyuarakan pentingnya gencatan senjata dan akan mengupayakan penurunan ketagangan konflik. Sementara itu, Israel dan Hamas menyetujui gencatan senjata 72 jam sejak Minggu, sehingga memungkinkan pembicaraan proposal perdamaian selanjutnya. 

Penurunan konflik ini cukup meredakan ketegangan, meski presiden AS Barack Obama menyetujui serangan ke titik-titik pemberontak ISIS di Irak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Sanny Cicilia