Konflik Iran Berkepanjangan, Biaya Operasi Kemanusiaan Global Semakin Mahal



KONTAN.CO.ID - OSLO. Konflik di Timur Tengah menimbulkan dampak buruk bagi kegiatan kemanusiaan di seluruh dunia. Harga energi yang naik tinggi membuat kegiatan kemanusiaan menjadi butuh lebih banyak biaya.

Ini diungkapkan oleh Norwegian Refugee Council (NRC), salah satu organisasi kemanusiaan non-pemerintah terbesar di dunia. Menurut NRC, kenaikan biaya energi membuat biaya bahan bakar untuk truk bantuan, hingga biaya karyawan dan harga makanan untuk pengungsi, naik.

"Kami memiliki 1.500 kendaraan dalam operasional kami. Kendaraan tersebut menggunakan bahan bakar diesel. Di beberapa negara, biaya operasionalnya sekarang dua kali lipat," kata Jan Egeland, Sekretaris Jenderal NRC, seperti dikutip Reuters, Kamis (23/4/2026).


Baca Juga: Bank of England: Perang Iran Tingkatkan Risiko Stabilitas Keuangan Global

Egeland menambahkan, biaya menjalankan rumahsakit atau sekolah di wilayah tertentu jadi lebih mahal. Alasannya, di wilayah tersebut NRC belum memasang panel surya. Sementara menggunakan generator membutuhkan biaya lebih tinggi.

“Makanan yang harus kami beli di pasar lokal menjadi jauh lebih mahal per keluarga yang membutuhkan. Staf kami juga merasa sangat sulit untuk hidup dengan gaji yang dapat kami berikan dibandingkan sebelumnya,” imbuh Egeland.

Akibatnya, NRC kemungkinan hanya bisa membantu lebih sedikit orang daripada sebelumnya. Apalagi, di sisi lain, pendanaan dari sebagian besar negara donor juga telah dialihkan ke anggaran pertahanan. “Sepanjang tahun ini, lebih sedikit orang yang akan menerima bantuan karena kenaikan biaya,” katanya.

Baca Juga: Dampak Perang Iran Makin Dalam, Ekonomi Global Mulai Tertekan

NRC juga aktif di wilayah Palestina yang diduduki sejak 2009, termasuk selama perang Gaza. Namun NRC kini dianggap tidak terdaftar oleh otoritas Israel. Meski masih memiliki staf di Jalur Gaza, NRC tidak bisa mengirim staf internasional untuk membantu.

Padahal, Februari lalu, Mahkamah Agung Israel melarang pemerintah Israel menghentikan operasi pemberian bantuan yang dilakukan organisasi kemanusiaan. Pemerintah Israel mengajukan petisi ke pengadilan akibat putusan tersebut.