Konflik Iran Berkobar, Paus Leo Berdoa Agar Pemimpin Dunia Menolak Perang



KONTAN.CO.ID - Paus Leo menyerukan doa agar pemimpin dunia menolak perang sebagai jalan penyelesaian konflik, di tengah eskalasi serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang memasuki hari keenam.

Dalam sebuah video yang dirilis Kamis (5/3/2026), Paus Leo mengatakan, “Tuhan, beri cahaya bagi para pemimpin bangsa, agar mereka memiliki keberanian untuk meninggalkan proyek-proyek kematian.”

Baca Juga: Produktivitas Pekerja Amerika Serikat (AS) Melambat pada Kuartal IV 2025


Paus menambahkan, “Hari ini kami mengangkat doa kami untuk perdamaian di dunia, memohon agar bangsa-bangsa meninggalkan senjata dan memilih jalan dialog serta diplomasi.”

Setiap bulan, Paus Leo merilis video untuk menyampaikan niat doanya. Niat doa untuk Maret 2026 adalah “demi perlucutan senjata dan perdamaian”.

Belum jelas apakah video Kamis itu dibuat khusus menanggapi kampanye militer AS–Israel yang memicu konflik regional, termasuk serangan Iran ke Israel, Teluk, dan Irak, serta serangan Israel ke Lebanon. Vatikan belum memberikan keterangan kapan video itu direkam.

Sebelumnya, diplomat tertinggi Vatikan memperingatkan pada Rabu bahwa serangan AS-Israel merusak hukum internasional dan menyatakan bahwa negara-negara tidak memiliki hak untuk melancarkan “perang preventif”, sebuah kritik yang cukup langsung terhadap kampanye militer tersebut.

Baca Juga: Konflik AS–Iran Memuncak: Kapal Iran Tenggelam, Harga Minyak Melejit

“Jika negara diakui memiliki hak melakukan ‘perang preventif’... seluruh dunia bisa berisiko terbakar,” kata Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, dalam wawancara dengan Vatican News.

Dalam video doanya, Paus meminta agar dunia memahami bahwa keamanan sejati tidak datang dari kontrol yang dilandasi rasa takut, tetapi dari kepercayaan, keadilan, dan solidaritas antarbangsa.