KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan biaya yang dihadapi sektor manufaktur Inggris melonjak tajam pada April 2026, seiring terganggunya rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini terutama dipicu oleh kebuntuan di Selat Hormuz yang memperlambat distribusi energi dan barang secara global. Berdasarkan survei terbaru dari S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Inggris naik menjadi 53,7 pada April dari 51,0 pada Maret. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan estimasi awal sebesar 53,6, menandakan ekspansi aktivitas manufaktur meskipun tekanan biaya meningkat. Gangguan logistik internasional telah terjadi sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari. Penutupan Selat Hormuz—jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia—memicu lonjakan harga energi global serta memperburuk keterlambatan pengiriman.
Konflik Iran Tekan Rantai Pasok, Biaya Industri Inggris Melonjak pada April 2026
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tekanan biaya yang dihadapi sektor manufaktur Inggris melonjak tajam pada April 2026, seiring terganggunya rantai pasok global akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini terutama dipicu oleh kebuntuan di Selat Hormuz yang memperlambat distribusi energi dan barang secara global. Berdasarkan survei terbaru dari S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Inggris naik menjadi 53,7 pada April dari 51,0 pada Maret. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan estimasi awal sebesar 53,6, menandakan ekspansi aktivitas manufaktur meskipun tekanan biaya meningkat. Gangguan logistik internasional telah terjadi sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari. Penutupan Selat Hormuz—jalur vital yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia—memicu lonjakan harga energi global serta memperburuk keterlambatan pengiriman.
TAG: