TEHERAN. Kisruh pemilihan umum di Iran masih terus berlanjut. Bahkan kali ini, sepuluh aksi demonstran tewas pada bentrokan dengan pihak kepolisian Iran. Hal ini terjadi setelah pasukan keamanan Iran menahan lima anggota dari keluarga mantan Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani. Rafsanjani, yang merupakan salah satu politisi Iran yang paling berpengaruh, mendukung Pemimpin Mir Hossein Mousavi. Kondisi tersebut memperburuk hubungannya dengan Pimpinan Utama Ayatollah Ali Khamenei, yang menyetujui hasil pemilu yang memenangkan Presiden Ahmadinejad. Juru Bicara Parlemen Ali Larijani mengatakan, mayoritas warga Iran mempertanyakan hasil pemilihan umum. Pada pemilu yang berlangsung pada pekan lalu, Ahmadinejad berhasil menggenggam 65% suara, dan Mousavi sebesar 35%.
Konflik Pemilu Iran Telan 10 Korban Jiwa
TEHERAN. Kisruh pemilihan umum di Iran masih terus berlanjut. Bahkan kali ini, sepuluh aksi demonstran tewas pada bentrokan dengan pihak kepolisian Iran. Hal ini terjadi setelah pasukan keamanan Iran menahan lima anggota dari keluarga mantan Presiden Ali Akbar Hashemi Rafsanjani. Rafsanjani, yang merupakan salah satu politisi Iran yang paling berpengaruh, mendukung Pemimpin Mir Hossein Mousavi. Kondisi tersebut memperburuk hubungannya dengan Pimpinan Utama Ayatollah Ali Khamenei, yang menyetujui hasil pemilu yang memenangkan Presiden Ahmadinejad. Juru Bicara Parlemen Ali Larijani mengatakan, mayoritas warga Iran mempertanyakan hasil pemilihan umum. Pada pemilu yang berlangsung pada pekan lalu, Ahmadinejad berhasil menggenggam 65% suara, dan Mousavi sebesar 35%.