KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut, kondisi di Arab Saudi dilaporkan aman. Dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Gus Irfan memastikan juga keamanan jemaah umrah di Arab Saudi usai meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. "Kondisi keamanan di wilayah Arab Saudi, khususnya di Jeddah, Makkah, dan Madinah, dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif," ujar Gus Irfan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Rabu (11/3/2026).
"Para jamaah umrah yang saat ini berada di wilayah tersebut tetap dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan tanpa gangguan berarti," sambungnya.
Baca Juga: Transfer ke Daerah Capai Rp 147,7 Triliun per Februari 2026 Adapun konflik Timur Tengah usai saling serang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berdampak kepada aktivitas penerbangan internasional. Hal tersebut menyebabkan sejumlah negara di kawasan Teluk yang menutup kawasan udaranya. "Penutupan ruang udara tersebut menyebabkan terganggunya sejumlah penerbangan internasional, khususnya penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di kawasan Timur Tengah," ujar Gus Irfan. Hal tersebutlah yang menyebabkan adanya penundaan kepulangan jemaah umrah asal Indonesia dari Arab Saudi. Gus Irfan mengungkap, ada sebanyak 50.374 jemaah umrah yang masih berada di Arab Saudi dan 14.115 di antaranya masih tertahan kepulangannya per 11 Maret 2026. "Jemaah umrah yang ada di Saudi per 11 Maret masih ada 50.374 yang kemungkinan stranded atau tertahan kemungkinan ada sebesar 14.115 dengan jumlah PPIU sebesar 1.239. Kami sudah memanggil semua PPIU yang terkait dengan ini," ujar Gus Irfan.
Diminta Jamin Keselamatan Jemaah Umrah
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 10 Tol Fungsional Selama Mudik Lebaran 2026, Berikut Daftarnya Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri meminta pemerintah menjamin keamanan dan keselamatan jemaah umrah asal Indonesia yang masih berada di Arab Saudi. Hal tersebut disampaikan menyusul semakin memanasnya situasi di Timur Tengah usai terjadinya perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. "Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri, Kementerian Haji dan Umrah serta Kementerian Perhubungan harus melakukan koordinasi intensif untuk memetakan data jamaah yang terdampak, sekaligus memastikan penyediaan akomodasi darurat dan bantuan logistik,” ujar Fikri dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026). Pemerintah dinilainya bisa mengkaji kemungkinan pengalihan rute penerbangan alternatif serta menyiapkan skema evakuasi bertahap jika eskalasi konflik semakin meningkat. "Langkah antisipatif harus segera disiapkan. Jangan sampai jamaah berada dalam ketidakpastian terlalu lama," ujar Fikri. Di samping itu, ia mengimbau jemaah dan pihak travel penyelenggara umrah agar mengikuti arahan resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) maupun Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
"Pemerintah harus hadir penuh dan memastikan jamaah tidak terlantar. Keselamatan dan kepastian pemulangan mereka harus menjadi prioritas," ujar Fikri.
Baca Juga: Setoran Pajak Konsumsi Melonjak pada Februari 2026, Pengamat: Faktor Low Base Effect Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/11/17432901/konflik-timur-tengah-menhaj-kondisi-di-arab-saudi-aman-dan-kondusif. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News