KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengusulkan Indonesia agar mulai mencari sumber pasokan minyak selain negara-negara timur tengah, maupun negara-negara yang menggantungkan Selat Hormuz sebagai rute logistik pengiriman komoditas minyak dan gas mereka. Untuk diketahui, Hormuz adalah selat sempit dan strategis yang terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Selat ini menjadi rute penting untuk ekspor minyak dan gas alam cair global, di mana pasar Asia termasuk tujuan utama aliran minyak dari selat ini. “Untuk itu, dalam jangka pendek, sebaiknya Indonesia perlu mulai mencari alternatif pasokan minyak dari Nigeria, Australia, atau Amerika Latin untuk mengamankan kebutuhan dalam negeri,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa dalam keterangan tertulis, Senin (02/03/2026).
Konflik Timur Tengah, IESR Usul Indonesia Cari Alternatif Sumber Pasokan Minyak
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Institute for Essential Services Reform (IESR) mengusulkan Indonesia agar mulai mencari sumber pasokan minyak selain negara-negara timur tengah, maupun negara-negara yang menggantungkan Selat Hormuz sebagai rute logistik pengiriman komoditas minyak dan gas mereka. Untuk diketahui, Hormuz adalah selat sempit dan strategis yang terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Selat ini menjadi rute penting untuk ekspor minyak dan gas alam cair global, di mana pasar Asia termasuk tujuan utama aliran minyak dari selat ini. “Untuk itu, dalam jangka pendek, sebaiknya Indonesia perlu mulai mencari alternatif pasokan minyak dari Nigeria, Australia, atau Amerika Latin untuk mengamankan kebutuhan dalam negeri,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) IESR Fabby Tumiwa dalam keterangan tertulis, Senin (02/03/2026).