KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah yang menargetkan infrastruktur vital serta rute pelayaran strategis memicu kekhawatiran serius akan terjadinya defisit pasokan minyak terstruktur secara global. Mengutip Bloomberg pada Selasa (13/10/2026) pukul 20:32 WIB, harga minyak mentah (WTI) berada di level US$ 92,8 per barel, melemah 0,94 poin atau turun 1%, sementara minyak Brent tercatat di level US$ 105,14 per barel, turun 1,5 poin atau melemah 1,42%. Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, menilai bahwa rentetan serangan geopolitik kali ini tidak sekadar memicu lonjakan harga jangka pendek, melainkan juga memberikan dampak penetrasi yang dalam ke pasar.
Konflik Timur Tengah Memanas, Harga Minyak Brent Berpotensi Tembus US$ 115 per Barel
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eskalasi konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah yang menargetkan infrastruktur vital serta rute pelayaran strategis memicu kekhawatiran serius akan terjadinya defisit pasokan minyak terstruktur secara global. Mengutip Bloomberg pada Selasa (13/10/2026) pukul 20:32 WIB, harga minyak mentah (WTI) berada di level US$ 92,8 per barel, melemah 0,94 poin atau turun 1%, sementara minyak Brent tercatat di level US$ 105,14 per barel, turun 1,5 poin atau melemah 1,42%. Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, menilai bahwa rentetan serangan geopolitik kali ini tidak sekadar memicu lonjakan harga jangka pendek, melainkan juga memberikan dampak penetrasi yang dalam ke pasar.
TAG: