Konflik Timur Tengah Memanas, Menhaj Sebut 14.115 Jemaah Umrah Berpotensi Tertahan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah mewaspadai dampak eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah terhadap kelancaran ibadah jemaah asal Indonesia.

Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengungkapkan bahwa ribuan jemaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi berpotensi tertahan (stranded).

“Berdasarkan data per 11 Maret, terdapat 50.374 jemaah umrah di Saudi. Dari jumlah ini, sekitar 14.115 orang berisiko stranded, yang tersebar di 1.239 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Kami telah memanggil seluruh PPIU yang terkait dengan kasus ini,” ujar Gus Irfan dalam rapat bersama Komisi VIII DPR, Jakarta, Rabu (11/3/2026).


Baca Juga: Fit and Proper Test OJK, Dicky Kartikoyono Paparkan Strategi Kejar Pertumbuhan 8%

Meski ada risiko jemaah tertahan akibat dinamika transportasi udara, Gus Irfan memastikan kondisi keamanan di tanah suci saat ini masih terkendali.

Laporan dari perwakilan pemerintah dan otoritas Arab Saudi menyebut wilayah Jeddah, Mekah, dan Madinah aman dan kondusif, sehingga jemaah tetap dapat beribadah dengan tenang.

Namun, hasil koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri menunjukkan belum ada indikasi konflik akan mereda dalam waktu dekat.

Situasi keamanan kawasan dinilai masih sangat dinamis dan memerlukan pemantauan berkelanjutan, terutama karena kondisi ini berpotensi berdampak langsung pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah.

Baca Juga: Defisit APBN Sentuh Rp 135,7 Triliun, Purbaya Sebut Efek Percepatan Belanja

Gus Irfan menyebut, jadwal keberangkatan jemaah haji direncanakan mulai 22 April mendatang. Ketidakpastian keamanan di jalur transportasi udara internasional menuntut pemerintah menyiapkan langkah-langkah darurat.

“Dengan mempertimbangkan dinamika situasi keamanan kawasan serta potensi gangguan terhadap jalur transportasi udara internasional, diperlukan penyusunan skenario penyelenggaraan haji yang komprehensif guna memastikan kesiapan pemerintah menghadapi berbagai kemungkinan perkembangan situasi,” tegas Gus Irfan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News