KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serikat Penyelenggara Haji Umroh Indonesia (SAPUHI) meminta pemerintah berhati-hati dalam menentukan langkah terkait penyelenggaraan ibadah haji 2026 di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Saat ini, pemerintah telah menyiapkan tiga skenario mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan. Skenario pertama, Arab Saudi tetap membuka layanan dan Indonesia tetap memberangkatkan jemaah dengan mitigasi jalur udara yang lebih jauh. Risiko dari skenario ini adalah pembengkakan biaya penerbangan yang akan menambah beban anggaran haji. Skenario kedua, Arab Saudi membuka layanan namun Indonesia memutuskan membatalkan keberangkatan. Skenario ketiga, Arab Saudi menutup total layanan sehingga Indonesia terpaksa membatalkan keberangkatan jemaah, yang berfokus pada penyelamatan anggaran dan prioritas antrean tahun depan.
Konflik Timur Tengah, Penyelenggara Haji Minta Pemerintah Hati-Hati Ambil Keputusan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serikat Penyelenggara Haji Umroh Indonesia (SAPUHI) meminta pemerintah berhati-hati dalam menentukan langkah terkait penyelenggaraan ibadah haji 2026 di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah. Saat ini, pemerintah telah menyiapkan tiga skenario mitigasi untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi di lapangan. Skenario pertama, Arab Saudi tetap membuka layanan dan Indonesia tetap memberangkatkan jemaah dengan mitigasi jalur udara yang lebih jauh. Risiko dari skenario ini adalah pembengkakan biaya penerbangan yang akan menambah beban anggaran haji. Skenario kedua, Arab Saudi membuka layanan namun Indonesia memutuskan membatalkan keberangkatan. Skenario ketiga, Arab Saudi menutup total layanan sehingga Indonesia terpaksa membatalkan keberangkatan jemaah, yang berfokus pada penyelamatan anggaran dan prioritas antrean tahun depan.
TAG: