Konflik Timur Tengah Picu Tekanan Bahan Baku, Stok Avian (AVIA) Masih Aman Dua Bulan



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik di Timur Tengah membuat sejumlah perusahaan harus menerima kenyataan bahwa akan ada gangguan pasokan bahan baku. PT Avia Avian Tbk (AVIA) menjadi salah satu emiten yang harus menelan masalah tersebut.

Maklum mayoritas bahan baku yang digunakan perusahan cat milik Hermanto Tanoko ini menggunakan minyak mentah. "Secara tidak langsung kami akan terganggu karena bahan baku kami sekitar 16% hingga 17% dari penjualan adalah resin," kata Andreas Timothy Hadikrisno Head of Investor Relation AVIA, Rabu (4/3/2026).

Resin berasal dari turunan petrokimia yang terbuat dari minyak bumi. Sehingga korelasi akan minyak bumi cukup erat.  


Baca Juga: IHSG Menguat Setelah Anjlok, Cermati Prospek dan Rekomendasi Sahamnya

Sejak konflik Timur Tengah yang terjadi antara negara Iran, Israel dan Amerika Serikat mengerek harga minyak bakal berdampak ke biaya produksi Avia Avian.

Untungnya, perusahaan ini memiliki backward integration yang kuat. "Kami bisa banyak berhemat karena memproduksi resin sendiri sekitar 96%,” ujar Andreas. Dia bahkan menyebut jika gross margin AVIA mencapai 50%, tertinggi secara global. 

Dengan tren harga minyak yang masih naik, Avia mengaku ada kemungkinan untuk menaikkan harga jual. “Tahun lalu kami menaikkan harga jual dua kali sebesar 3% hingga 4% karena penguatan dollar AS,” ujar Andreas. 

Namun hingga saat ini, Andreas menyebut stok bahan baku perusahaan ini masih sangat mencukupi. “Sejauh ini, kami masih ada stok untuk dua bulan,” kata Andreas. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TAG: