KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi menekan lini bisnis asuransi marine cargo, terutama untuk rute pelayaran yang melintasi wilayah berisiko tinggi seperti Selat Hormuz. Pengamat asuransi Wahyudin Rahman menilai, ketegangan geopolitik di sekitar jalur tersebut dapat mendorong kenaikan signifikan pada war risk surcharge atau tambahan premi risiko perang. “Untuk rute berisiko tinggi, penyesuaian tarif bisa bersifat cepat dan fleksibel mengikuti situasi keamanan. Di pasar global saat ini sudah terlihat indikasi pengetatan terms dan kenaikan additional premium untuk pelayaran yang melintasi zona konflik, terutama pengiriman minyak dan LNG,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (3/3).
Konflik Timur Tengah Tekan Bisnis Marine Cargo, War Risk Surcharge Berpotensi Naik
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi menekan lini bisnis asuransi marine cargo, terutama untuk rute pelayaran yang melintasi wilayah berisiko tinggi seperti Selat Hormuz. Pengamat asuransi Wahyudin Rahman menilai, ketegangan geopolitik di sekitar jalur tersebut dapat mendorong kenaikan signifikan pada war risk surcharge atau tambahan premi risiko perang. “Untuk rute berisiko tinggi, penyesuaian tarif bisa bersifat cepat dan fleksibel mengikuti situasi keamanan. Di pasar global saat ini sudah terlihat indikasi pengetatan terms dan kenaikan additional premium untuk pelayaran yang melintasi zona konflik, terutama pengiriman minyak dan LNG,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (3/3).