JAKARTA. Kongsi antara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan White Energy Ltd terancam bubar. Perselisihan terjadi terkait rencana kedua pihak mengembangkan pabrik pengolahan batubara di Kalimantan Timur. BYAN dan White Energy telah membentuk perusahaan patungan, yakni PT Kaltim Supacoal. BYAN memiliki 49% saham Kaltim Supacoal, dan 51% dikuasai White Energy, korporasi asal Australia. Pabrik pengolahan batubara dibangun dan beroperasi di bawah kendali Kaltim Supacoal. Direktur BYAN, Jenny Quantero, mengungkapkan BYAN berniat menarik diri dari proyek pembangunan pabrik tersebut. "Prospeknya tidak menjanjikan, kami sedang membahas penyelesaiannya," ujar Jenny kepada KONTAN, Jumat (24/2).
Kongsi BYAN dan White Energy terancam bubar
JAKARTA. Kongsi antara PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan White Energy Ltd terancam bubar. Perselisihan terjadi terkait rencana kedua pihak mengembangkan pabrik pengolahan batubara di Kalimantan Timur. BYAN dan White Energy telah membentuk perusahaan patungan, yakni PT Kaltim Supacoal. BYAN memiliki 49% saham Kaltim Supacoal, dan 51% dikuasai White Energy, korporasi asal Australia. Pabrik pengolahan batubara dibangun dan beroperasi di bawah kendali Kaltim Supacoal. Direktur BYAN, Jenny Quantero, mengungkapkan BYAN berniat menarik diri dari proyek pembangunan pabrik tersebut. "Prospeknya tidak menjanjikan, kami sedang membahas penyelesaiannya," ujar Jenny kepada KONTAN, Jumat (24/2).