Konsentrasi reshuffle, SBY batal buka Sail Wakatobi Belitong



JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba-tiba membatalkan kunjungannya ke Kabupaten Belitung untuk menghadiri puncak acara Sail Wakatobi Belitung. Keputusan mendadak ini lantaran SBY sedang berkonsentrasi penuh untuk proses reshuffle kabinet."Alasan atau mengapa tidak jadi berangkat ke Bangka Belitung karena Presiden ingin berkonsentrasi dalam mempertimbangkan reshuffle kabinet, karena tidak ada waktu lain yang dianggap bisa dipakai untuk mempertimbangkan resuffle," kata juru bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha di Bina Graha, Selasa (11/10).Julian menegaskan keputusan pembatalan ini baru diputuskan sore tadi. Rencananya, Wakil PResiden Boediono yang bakal menggantikan posisi SBY membuka acara tersebut. "Besok acara di Bangka Belitung akan berjalan sebagaimana telah direncanakan. Namun, acara di mana bapak presiden akan hadir telah didelegasikan ke wakil Presiden," katanya.Ditanya lebih lanjut maksud dari konsentrasi reshuffle, Julian enggan berkomentar. Dirinya menilai tidak memiliki kompetensi untuk menjawab perihal tersebut. "Itu hanya Presiden yang tahu, saya tidak punya kompetensi dan informasi terkait apa yang akan dilakukan presiden dalam reshuffle kabinet sepenuhnya hak prerogatif Presidenu," ujarnya.Sail Wakatobi - Belitung merupakan even kebaharian nasional untuk menarik investor menanamkan investasi di daerah itu. Agenda tersebut adalah ajang untuk mengenalkan pariwisata Indonesia tidak hanya di dalam negeri tapi juga ke luar negeri.Adapun tema yang melingkupi seluruh kegiatan Sail Wa-Be 2011 adalah “Clean The Ocean For Future Live”, dengan konsep kegiatan mengangkat nama lokal sail tiap tahun yang menunjukkan kekhasan daerah sebagai tuan rumah. Penyelenggaraan Sail Wa-Be 2011 didukung kegiatan utama seperti, Operasi Bhakti Surya Baskara Jaya, Yacht Rally and Yacht Race Seminar Nasional dan Internasional, Lintas Nusantara Remaja Bahari serta Sea Food and Fish Product Expo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Dupla Kartini