Konsep Jualan Pay Later Berpotensi Mengerek Kinerja Matahari Department Store (LPPF)



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsep penjualan buy now pay later (BNPL) menjadi katalis positif bagi PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) dalam meningkatkan kinerja keuangan. 

LPPF sudah bekerjasama dengan Atome dan Kredivo untuk memfasilitasi metode pembayaran BNPL. "Kami percaya metode BNPL ke depan akan lebih banyak menarik pelanggan untuk membeli barang dari LPPF," kata Christine Natasya, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam riset. 

Selain itu, LPPF juga mengaplikasikan konsep baru dalam menjual baju anak-anak. Selama ini, kebutuhan anak dan sepatu jadi bisnis yang paling mendukung kinerja LPPF. 


Baca Juga: Berencana Buyback, Matahari Department Store (LPPF) Segera Gelar RUPSLB

LPPF membuka outlet baru di Plaza Ambarrukomo pada kuartal pertama 2022. Selain itu, LPPF juga membuka outlet baru di Mal Taman Anggrek dengan konsep baru. 

Berdasrkan kinerja keuangan di sepanjang 2021, LPPF berhasil mencetak pendapatan bersih hingga Rp 5,58 triliun. Jumlah tersebut naik 15,52% dibanding akhir tahun lalu yang sebesar Rp 4,83 triliun.

LPPF juga berhasil bukukan kenaikan dua digit pada same store sales growth (SSSG) sebesar 18,4% di kuartal pertama 2022. Hal ini didukung oleh tingginya transaksi sebesar 2,8%. 

Baca Juga: Targetkan Buka 10 Gerai Baru, Ini Strategi Matahari Department (LPPF)

Christine melihat kepercayaan diri LPPF untuk bukukan kinerja yang lebih baik juga tercermin dari kelanjutan rencana LPPF untuk melakukan buyback. Pembelian saham kembali oleh LPPF akan dilakukan dari 9 Mei hingga 3 Juni dengan dana sebesar Rp 500 miliar. Periode buyback yang kedua juga akan berlanjut di 6 Juni jika mendapat persetujuan dari para pemegang saham. 

Christine memproyeksikan pendapatan Matahari Department Store tahun ini naik ke Rp 6,98 triliun dengan laba bersih juga naik ke Rp 1,2 triliun. 

Melihat potensi pertumbuhan kinerja LPPF, Christine merekomendasikan trading buy dan memasang target harga di Rp 6.700 per saham. Sebelum libur Lebaran harga saham LLPF berada di Rp 5.800 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati