KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan tambahan modal menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam proses konsolidasi perusahaan asuransi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digarap Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Dukungan permodalan pemerintah dinilai penting agar proses konsolidasi dapat diselesaikan sesuai target pada 2026. Konsolidasi tersebut mencakup perusahaan asuransi umum, asuransi jiwa, asuransi kredit, dan asuransi syariah. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menyambut baik rencana konsolidasi perusahaan perasuransian BUMN tersebut. Meski demikian, ia menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian selama proses konsolidasi berlangsung.
Konsolidasi Asuransi BUMN Ditargetkan Rampung Tahun Ini, Begini Respons AAUI
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebutuhan tambahan modal menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam proses konsolidasi perusahaan asuransi milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang digarap Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Dukungan permodalan pemerintah dinilai penting agar proses konsolidasi dapat diselesaikan sesuai target pada 2026. Konsolidasi tersebut mencakup perusahaan asuransi umum, asuransi jiwa, asuransi kredit, dan asuransi syariah. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Budi Herawan menyambut baik rencana konsolidasi perusahaan perasuransian BUMN tersebut. Meski demikian, ia menilai terdapat sejumlah aspek yang perlu menjadi perhatian selama proses konsolidasi berlangsung.
TAG: