Konsolidasi penting untuk membangun ekosistem industri telekomunikasi



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri telekomunikasi dan digital dinilai akan semakin kompetitif seiring penetrasi pasar yang masih terbuka lebar. Industri telekomunikasi juga kian semarak dengan konsolidasi melalui merger dan akuisisi (M&A).

Terbaru, merger PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) dan Hutchinson 3 Indonesia sudah masuk di Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Terkait permohonan merger tersebut, Direktur Jenderal SDPPI Ismail mengatakan bahwa Kemenkominfo melakukan proses  evaluasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Tim evaluasi pun meminta Kemenkominfo untuk dapat menyetujui permohonan dan persetujuan prinsip penyelenggaran telekomunikasi antara Indosat dan Hutchison 3 Indonesia. 


“Hal ini tentunya dengan tetap memperhatikan prinsip perlindungan konsumen, melindungi iklim persaingan usaha yang sehat dan tidak melakukan praktek usaha yang diskriminatif,” ujar Ismail dalam press conference secara virtual, Senin (8/11). 

Baca Juga: Kominfo restui merger Indosat (ISAT)-Tri

Dalam hal M&A ini, Peneliti Center of Innovation and Digital Economy Indef Nailul Huda melihat bahwa aksi konsolidasi menunjukkan para pemain di industri telekomunikasi semakin agresif memperluas pangsa pasar, meningkatkan teknologi, dan efisiensi operasional. Strategi ini juga bisa memperkuat ekosistem dari hulu hingga ke hilir.

"Jadi memang strategi M&A ini untuk membangun ekosistem telekomunikasi yang lebih kuat di masing-masing industri telekomunikasi. Semakin komplit layanan maka akan banyak pelanggannnya. Bahkan M&A dari hulu ke hilir menciptakan efisiensi," kata Huda saat dihubungi Kontan.co.id, Senin (8/11).

Dari sisi bisnis, konsolidasi yang dilakukan oleh para operator selular atau perusahaan telekomunikasi swasta juga untuk mengimbangi penguasaan dari Telkomsel. Terlebih, untuk menghadapi era pengembangan 5G ke depan.

Konsolidasi dan efisiensi bisnis juga penting dalam layanan internet fixed broadband dan yang berbasis kabel optic. Hal ini dinilai strategis dalam pengembangan ekosistem digital yang semakin menjadi tren di tengah masyarakat.

"Industri telekomunikasi saat ini memang mengarah ke pengembangan ekosistem. Telkom sudah ada layanan internet kartu, broadband, hingga 5G. Indosat dan XL saya rasa juga harus melakukan hal yang sama untuk tetap bisa bersaing," terang Huda.

Dengan penetrasi pasar yang semakin terbuka lebar serta modal yang semakin kuat, perusahaan pun bisa lebih terdorong untuk melakukan ekspansi pembangunan infrastruktur telekomunikasi seperti menara. Pasarnya, salah satu faktor yang membuat perusahaan lambat membangun infrastruktur telekomunikasi di kawasan Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) ialah karena faktor keekonomian dalam investasi serta jaminan konsumen.

"Maka saya melihatnya merger yang terjadi di industri telekomunikasi membawa efek positif terhadap pengembangan ICT kita. Pada akhirnya konsumen yang akan diuntungkan dari adanya peningkatan dan pengembangan industri telekomunikasi," imbuh Huda.

Selanjutnya: Merger, Indosat (ISAT)-Tri wajib kembalikan pita frekuensi 5Mhz

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat