Konsorsium China-BUMN raih kontrak Tol Cisumdawu



JAKARTA. Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengumumkan hasil lelang kontraktor atas proyek ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) seksi II fase II.

Proyek pembangunan jalan bebas hambatan yang menjadi kewajiban pemerintah itu akhirnya jatuh ke tangan konsorsium Metallurgical Corporation of China Ltd, PT Wijaya Karya Tbk, PT Nindya Karya dan PT Waskita Karya Tbk. Mereka berbagi kontrak senilai Rp 3,48 triliun.

“Pembangunan jalan bebas hambatan ini dimulai dari seksi kedua karena pembebasan lahan yang paling siap di antara seksi lainnya,” kata Bambang Hartadi, Kepala balai Besar Pelaksanaan Jalan nasional (BBPJN) IV Ditjen Bina Marga Kementerian PUPERA, Selasa (15/9).


Hingga saat ini lahan ruas tol Cisumdawu seksi I yang sudah dibebaskan baru mencapai sekitar 33%. Sedangkan untuk seksi keduanya, fase I sudah pembebasan lahan sudah mencapai 93% dan fase II sudah mencapai 80,12%.

Menurutnya kalau dipaksakan pembangun seksi I terlebih dahulu, maka ketika suatu saat jalan Cadas Pangeran putus kota Sumedang akan otomatis terisolasi. Sedangkan jika seksi II dikerjakan terlebih dahulu itu malah akan memberi alternatif jalan.

Setelah seksi II rampung, rencananya pembangunan baru akan dilanjutkan ke seksi Cileunyi-Rancakalong. “Seksi pertama itu bisa cepat karena kami juga lagi menggenjot tanahnya mudah-mudahan selesai akhir tahun,” tandasnya.

Pembangunan seksi II fase II ruas tol Cisumdawu ini sendiri nantinya akan mencakup jalan darat sepanjang 10,1 km dan terowongan sepanjang 500 meter. Keseluruhan pekerjaan tersebut diperkirakan akan menghabiskan nilai investasi Rp 3,48 triliun dengan pendanaan bersumber dari pinjaman China.

Dalam proyek ruas tol Cisumdawu ini pemerintah telah menyepakati untuk mengerjakan 2 seksi yaitu seksi I Cileunyi-Rancakalong sepanjang 12,025 km dan seksi II Rancakalong-Sumedang sepanjang 17.35 km. Sedangkan sisanya seksi III Sumedang-Cimalaka sepanjang 3.75 km, seksi IC Cimalaka-Legok sepanjang 7,2 km, seksi V Legok-Ujung Jaya sepanjang 15,9 km dan seksi VI Ujung Jaya-Dawuan sepanjang 4,05 km akan ditawarkan pada para investor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto