JAKARTA. Bulan ini mungkin menjadi masa sulit bagi konsorsium PT Pertamina dan PT Medco Energi Internasional. Perusahaan perminyakan nasional pemilik lapangan Matindok dan Senoro yang memasok kilang PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) itu sudah dua kali menyurati Wakil Presiden Jusuf Kalla. Surat pertama tertanggal 1 Juni dan surat kedua 8 Juni 2009. Melalui surat itu, keduanya meyakinkan Kalla bahwa kesepakatan penjualan gas yang dibuat dengan Kansai Electric Power Co. Inc. dan Chubu Electric Power Co. Inc, perusahaan listrik asal Jepang, memberikan pemasukan yang besar bagi Pemerintah. Apalagi, keduanya tetap berkomitmen menyediakan pasokan gas ke dalam negeri seperti permintaan Kalla. Surat tertanggal 1 Juni 2009 berisi Proposal Pengembangan Lapangan Senoro-Matindok. Konsorsium mencoba memaparkan nilai keekonomian proyek pengembangan lapangan itu dengan empat model skenario pasokan gas.
Konsorsium Donggi-Senoro Masih Belum Putus Asa
JAKARTA. Bulan ini mungkin menjadi masa sulit bagi konsorsium PT Pertamina dan PT Medco Energi Internasional. Perusahaan perminyakan nasional pemilik lapangan Matindok dan Senoro yang memasok kilang PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) itu sudah dua kali menyurati Wakil Presiden Jusuf Kalla. Surat pertama tertanggal 1 Juni dan surat kedua 8 Juni 2009. Melalui surat itu, keduanya meyakinkan Kalla bahwa kesepakatan penjualan gas yang dibuat dengan Kansai Electric Power Co. Inc. dan Chubu Electric Power Co. Inc, perusahaan listrik asal Jepang, memberikan pemasukan yang besar bagi Pemerintah. Apalagi, keduanya tetap berkomitmen menyediakan pasokan gas ke dalam negeri seperti permintaan Kalla. Surat tertanggal 1 Juni 2009 berisi Proposal Pengembangan Lapangan Senoro-Matindok. Konsorsium mencoba memaparkan nilai keekonomian proyek pengembangan lapangan itu dengan empat model skenario pasokan gas.