Konsorsium pembiayaan kemaritiman bidik Rp 500 M



JAKARTA. Konsorsium pembiayaan kemaritiman yang dibentuk oleh industri pembiayaan telah mematok target penyaluran kredit. Mereka optimistis, hingga akhir tahun ini, konsorsium dapat membukukan pembiayaan hingga Rp 500 miliar.

Rencananya, kegiatan pembiayaan kemaritiman dapat dimulai sejak awal semester dua tahun ini. Berarti, mereka berharap, dalam jangka waktu enam bulan pertama nanti, kredit yang tersalurkan dapat mencapai setengah triliun rupiah.

"Hingga saat ini proposal yang masuk (permintaan pembiayaan kemaritiman) sudah ada sekitar 11 atau 12," ujar Efrinal Sinaga, Koordinator Kelompok Kerja (Pokja) Sinergi Industri Keuangan Non Bank Pembiayaan Kemaritiman dan Kelautan sekaligus Sekretaris Jenderal Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), belum lama ini.


Kalangan masyarakat yang berminat untuk mengajukan permintaan pembiayaan kemaritiman dapat menghubungi pihak pokja, baik langsung maupun via surat elektronik. Setelah itu, para anggota konsorsium akan menganalisisnya.

Tercatat ada 12 perusahaan pembiayaan (multifinance) sudah mendaftarkan diri menjadi anggota konsorsium ini. Yakni PT Chandra Sakti Utama Leasing (CSUL), PT BFI Finance Indonesia Tbk, PT Federal International Finance, Astra Credit Companies (ACC), PT Dipo Star Finance, PT Hasjrat Multifinance, PT Indomobil Finance Indonesia, PT Pro Car International Finance, PT Mandiri Tunas Finance, PT Pro Mitra Finance, PT SMFL Leasing Indonesia, serta PT Bosowa Multi Finance. "Kami terbuka jika ada perusahaan pembiayaan lain yang juga berminat masuk jadi anggota konsorsium," tuturnya.

Di sisi lain, Efrinal menjelaskan dalam waktu mendatang, mereka akan menunjuk sebuah perusahaan independen yang akan berperan sebagai administrator, security agent, paying agent, dan collecting. Jenis pembiayaan kemaritiman memang masih barang baru bagi multifinance.

Oleh karena itu, lanjutnya, para anggota konsorsium berharap dapat menghasilkan piutang yang bagus. Caranya, adalah dengan lebih bijaksana dan berhati-hati dalam menyalurkan kredit. "Ini celah baru, kami harap semua dapat menikmati sehingga tidak terjadi persaingan harga," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News