KONTAN.CO.ID - ISLAMABAD/ISTANBUL. Pakistan resmi menjamu delegasi tingkat tinggi dari Turki, Mesir, dan Arab Saudi pada Minggu (29/3) sebagai bagian dari upaya diplomatik untuk mengakhiri perang Iran. Diskusi awal difokuskan pada proposal krusial: pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional. Para menteri luar negeri dari tiga kekuatan regional tersebut telah mendarat di Islamabad di tengah peringatan keras Iran kepada Amerika Serikat (AS) agar tidak meluncurkan serangan darat.
Ribuan Warga AS Turun ke Jalan, Protes Kebijakan Trump dengan Tajuk No Kings
© 2026 Konten oleh Kontan
Skema Tarif ala Terusan Suez
Pakistan, yang berbagi perbatasan dengan Iran seperti halnya Turki, memanfaatkan kedekatan hubungannya dengan Teheran dan Washington untuk menjadi saluran diplomatik utama. Di sisi lain, Ankara dan Kairo juga memainkan peran strategis dalam negosiasi ini. Baca Juga: Lobi Anwar Ibrahim berhasil, Iran Izinkan Kapal-Kapal Malaysia Melintas Selat Hormuz Sumber dari Pakistan menyebutkan bahwa salah satu proposal, termasuk usulan dari Mesir, telah diteruskan ke Gedung Putih sebelum pertemuan hari Minggu. Proposal tersebut mencakup struktur biaya pelintasan serupa dengan skema tarif Terusan Suez. Dua sumber Pakistan lainnya menambahkan bahwa Turki, Mesir, dan Arab Saudi berpotensi membentuk konsorsium untuk mengelola aliran minyak melalui jalur perairan tersebut. Mereka pun telah mengajak Pakistan untuk berpartisipasi. Rencana pembentukan konsorsium manajemen ini dilaporkan telah dibahas dengan pihak AS maupun Iran. Bahkan, sumber pertama mengungkapkan bahwa Panglima Angkatan Darat Pakistan, Jenderal Asim Munir, telah menjalin kontak reguler dengan Wakil Presiden AS, JD Vance, guna membahas stabilitas kawasan. Baca Juga: Konflik Timur Tengah Ganggu Produksi LNG dan Minyak, Harga Energi Melonjak Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri Mesir dan Pakistan tidak menanggapi permintaan komentar. Demikian pula kantor media pemerintah Arab Saudi dan Gedung Putih yang belum memberikan jawaban segera. Sementara itu, sumber diplomatik Turki menekankan bahwa prioritas Ankara adalah mengamankan gencatan senjata.Rusia–Iran Bahas Jalur Damai, Bayang-Bayang Dukungan Militer Kian Menguat
© 2026 Konten oleh Kontan