KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Warga Amerika Serikat ternyata tidak sepenuhnya antipati terhadap produk otomotif asal China. Di tengah tensi dagang dan sentimen politik yang kerap memanas, sebagian konsumen di Negeri Paman Sam justru mulai membuka diri terhadap kemungkinan membeli mobil buatan China. Temuan ini terungkap dalam studi terbaru Cox Automotive yang dikutip dari Carscoops. Hasilnya menunjukkan publik AS terbelah dalam menyikapi merek kendaraan China.
Menariknya, tingkat keterbukaan paling tinggi datang dari generasi muda. Di kalangan Gen Z, sebanyak 69 persen responden menyatakan terbuka terhadap merek mobil China. Masih Wacana
Meski minat mulai tumbuh, faktanya mobil-mobil China yang sering dipuji di media sosial belum benar-benar hadir di pasar Amerika. Banyak model belum tersertifikasi secara federal, tidak dijual melalui jaringan diler resmi, serta belum memiliki dukungan layanan purnajual di dalam negeri. Baca Juga: Perang Iran Didihkan Harga Minyak, Ancam Pemulihan Ekonomi Global Selain itu, harga yang sering dibandingkan juga belum memperhitungkan bea masuk dan tarif impor.
Diler Lebih Skeptis
Jika konsumen terbelah, diler justru cenderung lebih berhati-hati. Sekitar 40 persen konsumen menyatakan tertarik jika merek China masuk ke AS. Namun hanya 15 persen diler yang mendukung kehadiran mobil China. Bahkan, 92 persen diler menyampaikan kekhawatiran terkait penjualan mobil China, mulai dari aspek keselamatan, kualitas, hingga keberlanjutan jangka panjang. Mengingat diler memegang peran penting dalam distribusi dan layanan purnajual, sikap ini menjadi faktor krusial. Meski demikian, sekitar 70 persen diler mengaku akan menyesuaikan strategi bisnis jika merek China benar-benar masuk pasar. Artinya, meski skeptis, mereka tetap bersiap. Baca Juga: Perang Iran vs AS-Israel Rugikan Aktivitas Perusahaan Keuangan di Timur Tengah Menariknya, ketika responden diminta membayangkan merek China bermitra dengan produsen AS yang sudah mapan, minat beli melonjak hingga 76 persen.
Ini menunjukkan bahwa faktor kepercayaan terhadap merek lama masih sangat berpengaruh. Harga Jadi Daya Tarik
Dari sisi konsumen, alasan utama ketertarikan terhadap mobil China adalah harga. Hampir setengah responden menilai mobil China unggul dari sisi keterjangkauan. Sekitar 35 persen juga memberi nilai positif pada performa. Namun untuk aspek daya tahan, keselamatan, kualitas, dan keandalan, penilaian masih cenderung rendah. Padahal faktor-faktor tersebut menjadi pertimbangan utama dalam keputusan pembelian mobil di pasar massal. Dalam simulasi perbandingan model, merek yang sudah mapan tetap unggul. Tesla Model Y memimpin di segmen kendaraan listrik, sementara Chevrolet Equinox unggul di kategori mesin konvensional. Baca Juga: Saudi Aramco Tutup Kilang Ras Tanura Setelah Serangan Drone