Konsumen Mulai Hati-hati Melihat Prospek Ekonomi 2026



KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan ke depan tercatat menurun pada Desember 2025, meskipun masih berada di level optimistis.

Hal ini tercermin dari hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Desember 2025 berada di level 135,6, sedikit lebih rendah dibandingkan November 2025 yang sebesar 136,6.

Penurunan tipis IEK tersebut menunjukkan meningkatnya kehati-hatian konsumen dalam memandang prospek ekonomi ke depan, meski secara umum ekspektasi masih terjaga kuat. Optimisme konsumen terutama ditopang oleh Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) yang justru mengalami kenaikan menjadi 140,8 dari sebelumnya 140,6.


Sementara itu, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja (IEKLK) dan Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha (IEKU) tetap berada di zona optimistis, masing-masing sebesar 135,1 dan 130,8. Namun, kedua indeks tersebut tercatat menurun dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: BGN Tegaskan Guru hingga Petugas Kebersihan dapat MBG

Secara spasial, BI mencatat adanya peningkatan ekspektasi konsumen di sejumlah kota, terutama di Banten, Mataram, dan Palembang. Di sisi lain, penurunan optimisme terjadi di beberapa kota lainnya, terutama Medan, Padang, dan Bandar Lampung.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, persepsi responden terhadap ekspektasi penghasilan enam bulan ke depan meningkat pada kelompok pengeluaran Rp 3,1 juta hingga Rp 5 juta per bulan.

Sementara dari sisi usia, ekspektasi penghasilan meningkat pada hampir seluruh kelompok usia, kecuali kelompok usia 41–50 tahun yang mengalami penurunan indeks menjadi 139,7.

"Adapun prakiraan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja enam bulan mendatang tercatat menurun pada mayoritas tingkat pendidikan, meskipun masih berada pada level optimis," tulis laporan tersebut, Jumat (9/1/2026).

Indeks tertinggi tercatat pada responden berpendidikan pascasarjana dengan indeks mencapai 145,3. Berdasarkan kelompok usia, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja meningkat pada kelompok usia 31–60 tahun.

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap perkembangan kegiatan usaha ke depan juga masih berada di level optimistis pada seluruh kelompok. Peningkatan indeks tercatat pada kelompok pengeluaran Rp 1 juta hingga Rp 3 juta, sedangkan kelompok pengeluaran di atas Rp 3 juta mengalami penurunan optimisme. 

Dari sisi usia, peningkatan ekspektasi hanya terjadi pada kelompok usia 31–40 tahun dengan indeks mencapai 136,0, sementara kelompok usia lainnya mencatat penurunan optimisme.

Survei BI ini mengindikasikan bahwa meskipun optimisme konsumen terhadap prospek ekonomi enam bulan ke depan masih terjaga, terdapat sinyal kehati-hatian yang mulai muncul di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian global.

Baca Juga: Optimisme Konsumen Indonesia Melemah Tipis pada Akhir 2025, IKK Turun

Selanjutnya: Daftar Emiten yang Bakal Tersengat Program MBG Tahun 2026

Menarik Dibaca: Viu Shorts Meluncur, Sajikan Micro-Drama dari China hingga Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News