KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tekanan ekonomi belum membuat permintaan perjalanan turun signifikan. Namun, konsumen mulai mengubah pola pengeluaran dengan semakin mempertimbangkan harga dan fleksibilitas pembayaran ketika merencanakan perjalanan.
VP of Business Development (Airlines & Travel) DOKU, Dinus Hafis mengatakan, konsumen saat ini cenderung lebih berhati-hati dalam membelanjakan dana untuk perjalanan. "Dari data transaksi yang kami amati, permintaan terhadap perjalanan belum mengalami penurunan yang signifikan, namun pola konsumsi masyarakat berubah," kata Dinus, Kamis (20/8)
Menurut Dinus, perubahan tersebut terlihat dari kecenderungan konsumen semakin banyak memanfaatkan promosi dan melakukan pemesanan lebih awal atau
early booking. Konsumen juga memilih destinasi domestik maupun regional yang relatif lebih terjangkau.
Baca Juga: Bisnis Data Center Indonesia Makin Prospektif, IDCEC Perkuat Ekosistem Industri Selain harga perjalanan, konsumen semakin mempertimbangkan metode pembayaran yang dapat memberikan fleksibilitas. Pilihannya antara lain cicilan kartu kredit maupun cashback melalui dompet digital. Dinus melihat, perubahan perilaku pembayaran semakin terlihat sepanjang tahun 2026. Penggunaan QRIS, dompet digital, virtual account, kartu kredit dengan fasilitas cicilan, serta metode pembayaran digital lainnya terus meningkat. Konsumen juga semakin aktif membandingkan harga dan mencari keuntungan tambahan dari metode pembayaran yang digunakan, seperti
cashback, loyalty point maupun
reward. Di sisi lain, kemudahan proses pembayaran menjadi pertimbangan konsumen. Proses
checkout yang sederhana, termasuk
one-click payment maupun pembayaran yang langsung terintegrasi dengan aplikasi, dinilai dapat mempengaruhi tingkat penyelesaian transaksi. Kepercayaan konsumen terhadap transaksi digital juga meningkat, termasuk untuk pembelian tiket dengan nilai transaksi yang relatif besar. Perubahan tersebut membuat pelaku industri travel menghadapi tuntutan untuk menyediakan pilihan pembayaran yang semakin beragam. Dinus mengatakan, kebutuhan perusahaan travel saat ini antara lain mengarah pada sistem pembayaran terintegrasi, dukungan terhadap berbagai metode pembayaran, proses settlement yang lebih cepat, serta otomatisasi rekonsiliasi.
Selain itu, kebutuhan terhadap fitur keamanan semakin meningkat seiring perusahaan melayani transaksi domestik maupun lintas negara. Ke depan, Dinus memperkirakan pembayaran berbasis QRIS, dompet digital, account-to-account payment, one-click payment, serta pembayaran
cross-border yang semakin terintegrasi akan menjadi tren di industri travel. Menurut dia, perkembangan tersebut akan membuat industri semakin berfokus pada proses pembayaran yang cepat, aman, dan mudah bagi konsumen. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News