JAKARTA. Meski penyebaran virus flu babi tidak melalui konsumsi daging babi, namun, masyarakat tidak mau ambil risiko. Saat ini terdapat kecenderungan perubahan pola konsumsi pada masyarakat. Hartono, Ketua Umum Pusat Informasi Pasar Unggas (Pinsar) memperkirakan, permintaan daging ayam akan meningkat seiring dengan isu flu babi dan penutupan impor babi. Ia menjelaskan, kini masyarakat yang sebelumnya mengonsumsi daging babi akan beralih untuk mengonsumsi daging ayam dan jenis daging lainnya karena takut terserang flu yang berasal dari Meksiko itu. "Permintaan daging ayam akan meningkat. Adapun, pakan ternak justru akan naik karena kebutuhan pakan juga meningkat," ujarnya. Lantas dia juga memperkirakan, harga daging ayam juga akan merangkak naik.
Konsumsi Ayam Diprediksi Naik Akibat Flu Babi
JAKARTA. Meski penyebaran virus flu babi tidak melalui konsumsi daging babi, namun, masyarakat tidak mau ambil risiko. Saat ini terdapat kecenderungan perubahan pola konsumsi pada masyarakat. Hartono, Ketua Umum Pusat Informasi Pasar Unggas (Pinsar) memperkirakan, permintaan daging ayam akan meningkat seiring dengan isu flu babi dan penutupan impor babi. Ia menjelaskan, kini masyarakat yang sebelumnya mengonsumsi daging babi akan beralih untuk mengonsumsi daging ayam dan jenis daging lainnya karena takut terserang flu yang berasal dari Meksiko itu. "Permintaan daging ayam akan meningkat. Adapun, pakan ternak justru akan naik karena kebutuhan pakan juga meningkat," ujarnya. Lantas dia juga memperkirakan, harga daging ayam juga akan merangkak naik.