Konsumsi daging ayam naik 15.79% tahun ini



JAKARTA. Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia (FMPI) memproyeksikan, kebutuhan daging ayam diproyeksikan naik sebesar 15,79%. Hal ini disampaikan oleh Don P. Utoyo, ketua FMPI di Jakarta, Rabu (16/1).

Utoyo menyebutkan, konsumsi daging ayam pada 2013 ini bisa mencapai 2,2 juta miliar ekor. Sedangkan konsumsi ayam pada tahun lalu sebesar 1,9 juta miliar ekor. Kenaikan konsumsi daging ayam ini karena kenaikan daya beli dari masyarakat.

"Kenaikan penduduk hanya 1,6% per tahun dan tidak berdampak besar. Kenaikan konsumsi daging ayam per tahun 10%-15% ini karena kenaikan income," kata Utoyo saat dihubungi, Rabu (16/1).


Utoyo tidak berani memastikan, apakah kenaikan konsumsi daging ayam dipicu mahalnya harga daging sapi. "Daging ayam dan daging sapi punya pasar masing-masing," kata Utoyo. Yang pasti kata Utoyo, kenaikan permintaan daging ayam membawa konsekuensi kenaikan harga daging ayam.

Saat ini saja, harga daging ayam di pasar mencapai Rp 28.000 sampai Rp 30.000 per kilogram. Tahun lalu, harga daging ayam sebesar Rp 24.000 hingga Rp 26.000 per kilogram. "Kenaikan harga daging ayam terjadi sejak Natal dan tahun baru terus naik," kata Utoyo.

Sementara itu, harga ayam kampung mencapai Rp 55.000 per kilogram. Kenaikan harga daging ayam ini diikuti kenaikan harga telur ayam yang naik 11,76% dari semula Rp 17.000 per kilogram menjadi Rp 19.000 per kg. Sedangkan harga telur ayam kampung naik 8,33% dari sekitar Rp 1.200 per butir menjadi Rp 1.300 per butir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Asnil Amri