KONTAN.CO.ID - Momentum konsumsi selama periode Ramadan-Lebaran diperkirakan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026. Meski demikian, dorongan konsumsi tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan belum mencerminkan pemulihan daya beli masyarakat yang benar-benar kuat. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, menilai lonjakan konsumsi saat Lebaran akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Terutama melalui konsumsi rumah tangga yang masih menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah sendiri memproyeksikan konsumsi selama Lebaran meningkat sekitar 10%–15% secara tahunan. Namun, Rizal mengingatkan bahwa kenaikan tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor musiman.
Konsumsi Lebaran Diramal Topang Ekonomi Q1, Ini Peringatan Indef
KONTAN.CO.ID - Momentum konsumsi selama periode Ramadan-Lebaran diperkirakan menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026. Meski demikian, dorongan konsumsi tersebut dinilai hanya bersifat sementara dan belum mencerminkan pemulihan daya beli masyarakat yang benar-benar kuat. Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, menilai lonjakan konsumsi saat Lebaran akan memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Terutama melalui konsumsi rumah tangga yang masih menjadi kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB). Pemerintah sendiri memproyeksikan konsumsi selama Lebaran meningkat sekitar 10%–15% secara tahunan. Namun, Rizal mengingatkan bahwa kenaikan tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor musiman.
TAG: