KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konsumsi masyarakat di penghujung tahun 2025 tercatat meningkat, meski masih bersifat musiman. Sejumlah indikator menunjukkan penguatan belanja, terutama selama periode libur Natal dan tahun baru. Mandiri Spending Index (MSI) dari Bank Mandiri mencatat angka 354,5 per 28 Desember 2025, naik 0,6% dibanding minggu sebelumnya. Meski meningkat, pertumbuhan ini lebih rendah dibanding pekan sebelumnya yang mencapai 4,4%, saat menjadi puncak belanja libur akhir tahun. Secara regional, kenaikan belanja terjadi di Sumatra (1,1%), Jawa (0,9%), Maluku-Papua (0,6%), serta Bali dan Nusa Tenggara (0,2%). Sementara Kalimantan dan Sulawesi mencatat penurunan masing-masing 1,4% dan 0,1%.
Baca Juga: Apindo Perkirakan Perputaran Uang Saat Libur Nataru 2025/2026 Capai Rp 107,5 Triliun Dari sisi kelompok belanja, sektor rekreasi dan barang konsumsi menjadi penopang utama. Belanja di sektor rekreasi meningkat, didorong oleh hotel yang naik 9,3% dan produk kecantikan yang melonjak 10,0% dibanding minggu sebelumnya. Sedangkan kelompok barang konsumsi terdorong oleh belanja fesyen yang naik 10,5% dan aktivitas makan di luar rumah (dining-out) yang meningkat 7,2%. Indikator lain, seperti Indeks Transaksi Belanja (Intrabel) Desember 2025 dari Big Data BCA, tumbuh 9,8% secara tahunan. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding November 2025 sebesar 3,3% dan Desember 2024 yang hanya 3,8%. Selain itu, Indeks Transaksi Bisnis (Intrabiz) juga mencatat pertumbuhan signifikan 24,3% di Desember 2025, lebih tinggi dari 7,4% pada Desember 2024 dan 12,6% pada November 2025.
Baca Juga: Rekomendasi 8 Tempat Liburan di Bandung yang Cocok Untuk Libur Nataru 2025 Kepala Ekonom BCA, David Sumual, menilai lonjakan konsumsi ini dipengaruhi oleh faktor musiman, terutama meningkatnya belanja masyarakat selama libur Natal dan tahun baru. Ia menambahkan, konsumsi rumah tangga pada kuartal IV-2025 relatif tinggi dibanding kuartal sebelumnya, didukung akselerasi kebijakan dan program pemerintah. Meski begitu, terdapat indikasi kehati-hatian masyarakat memasuki awal 2026. Data Bank Mandiri per 31 Desember 2025 menunjukkan indeks tabungan kelompok bawah dan atas menurun, sementara kelompok menengah meningkat. Indeks tabungan kelompok bawah tercatat 72,4 turun 0,71 poin, kelompok atas 92 turun 1,64 poin, dan kelompok menengah naik 0,49 poin menjadi 101,2. “Perilaku ini dapat dibaca sebagai persiapan menghadapi periode Ramadan pada Februari 2026,” ujar Bank Mandiri dalam laporannya.
Baca Juga: Permintaan Meningkat, Transaksi Valas BCA Melonjak Jelang Libur Nataru Pola ini juga menunjukkan bahwa sebagian belanja kelompok bawah dibiayai dari tabungan, sedangkan kelompok menengah lebih berhati-hati. Bank Mandiri memperkirakan konsumsi masyarakat akan tetap tumbuh kuat pada kuartal I-2026, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.
Namun, keberlanjutan konsumsi jangka panjang akan sangat bergantung pada kualitas dan kuantitas lapangan kerja yang tercipta sepanjang 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News