Konsumsi menopang kredit awal tahun



JAKARTA. Penyaluran kredit di awal tahun ini bertumbuh meski masih belum kencang. Beberapa sektor yang mendongkrak pertumbuhan kredit awal tahun ini diantaranya kredit konsumsi dan perdagangan.

Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri bilang, pada Januari 2017 Bank Mandiri mencetak kenaikan kredit 11% secara tahunan. "Pertumbuhan utamanya dari segmen korporasi, yaitu sawit, infrastruktur serta ritel yaitu kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB)," ujar Tiko sapaan akrab Kartika kepada KONTAN, Selasa (7/2).

Sementara, Bank Bukopin mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 9,28% pada bulan lalu. " Utamanya kredit disektor perdagangan," kata Glen Glenardi, Direktur Utama Bank Bukopin.


Jahja Setiaatmadja, Direktur Utama BCA mengakui pada awal tahun pertumbuhan kredit memang relatif rendah. Oleh karena itu, bank berkode saham BBCA ini berusaha menggenjot kredit konsumsi seperti kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). "Diharapkan sampai akhir tahun pertumbuhan KPR bisa mencapai 11% dari tahun sebelumnya," tutur Jahja.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan pertumbuhan kredit pada Januari 2017 lebih rendah ketimbang periode sama tahun 2016. Pada Januari tahun ini, LPS hanya memproyeksikan pertumbuhan kredit sebesar 9,2% dari periode sama tahun 2016 silam. Pada Januari tahun lalu, penyaluran kredit perbankan naik 11,54%.

Dody Arifianto, Kepala Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS, mengatakan, terdapat sejumlah sektor yang bakal mendorong pertumbuhan kredit pada tahun ini. "Beberapa sektor tersebut diantaranya adalah konstruksi, perdagangan dan manufaktur," ujar Dody, kemarin.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon mengakui bahwa pada awal tahun ini pertumbuhan kredit relatif rendah. Hal yang dapat mendorong pertumbuhan kredit di pembuka tahun ini dari bidang usaha yang terkait konsumsi.

Sedangkan menurut Muliaman D. Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK, pada awal tahun ini beberapa sektor seperti perdagangan, pertanian kelistrikan dan infrastruktur diharapkan bisa mendorong pertumbuhan kredit secara umum. Apalagi tahun ini, anggaran infrastruktur pemerintah naik menjadi Rp 387,3 triliun dari sebelumnya Rp 317,1 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie