Konsumsi RI Tumbuh 5,6%, HIPPINDO Dorong Daya Saing Industri Ritel



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) mendorong pelaku industri ritel untuk memperkuat kemampuan beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan, kondisi penjualan yang semakin menantang membuat pelaku usaha ritel perlu mencari strategi baru untuk menjaga pertumbuhan. Menurutnya, transformasi tidak hanya berkaitan dengan kanal penjualan, tetapi juga pemanfaatan teknologi dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen.

“Bagi HIPPINDO, ritel modern bukan sekadar bentuk toko, tetapi kemampuan untuk terus berubah dan beradaptasi. Teknologi berkembang sangat cepat, perilaku konsumen berubah, dan cara kita berjualan pun harus ikut berubah,” ujar Budihardjo saat Opening Ceremony Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 di Jakarta, Rabu (26/8/2026).


Ia menilai perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), algoritma dan digitalisasi akan semakin memengaruhi cara pelaku usaha menjalankan bisnis ritel, baik melalui kanal offline maupun online.

Baca Juga: Hippindo Prediksi Penjualan Ritel Tumbuh 5% pada 2026

Karena itu, HIPPINDO mendorong penguatan kolaborasi di seluruh ekosistem, mulai dari peritel, pusat perbelanjaan, pemasok, produsen hingga UMKM. Langkah tersebut dinilai penting untuk membuka peluang pertumbuhan baru di tengah tekanan terhadap penjualan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal HIPPINDO sekaligus Ketua Pelaksana Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 Haryanto Pratantara mengatakan, sektor ritel memiliki peran penting terhadap konsumsi domestik sekaligus penyerapan tenaga kerja.

Menurut dia, penguatan sektor ritel juga dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata melalui konsep shopping tourism. Indonesia dinilai tidak cukup hanya mengandalkan daya tarik wisata dan kuliner, tetapi juga perlu memperkuat posisi sebagai destinasi belanja.

“Sebuah destinasi wisata yang kuat memiliki tiga daya tarik utama: objek wisata, kuliner, dan belanja. Indonesia sudah memiliki objek wisata dan kuliner yang luar biasa. Tantangan kita sekarang adalah menjadikan Indonesia juga sebagai destinasi belanja, dengan harga yang kompetitif, pilihan produk yang lengkap, dan barang yang selalu relevan dengan kebutuhan konsumen,” kata Haryanto.

Haryanto menambahkan, efisiensi menjadi salah satu fokus perusahaan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Namun, ia menilai investasi terhadap kompetensi sumber daya manusia tetap perlu dipertahankan agar perusahaan mampu menghadapi perubahan pasar.

Baca Juga: Industri Ritel Tahun 2027 Diproyeksi Tumbuh, Daya Beli Jadi Penentu Utama

“Di tengah kondisi ekonomi saat ini, semua perusahaan berbicara tentang efisiensi. Namun, ada satu investasi yang tidak boleh dipangkas, yaitu investasi pada kompetensi,” ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut konsumsi masyarakat masih menjadi penggerak utama perekonomian Indonesia. Pada kuartal II 2026, konsumsi tumbuh 5,6% dan berkontribusi 53,3% terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Di tengah situasi perekonomian global yang masih penuh tantangan, ritel Indonesia telah menunjukkan resiliensi dan terus menopang perekonomian nasional. Kami mengapresiasi HIPPINDO yang secara konsisten menjaga momentum ini melalui penyelenggaraan IRSE, sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk memperkuat kolaborasi, beradaptasi, dan terus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tutup Airlangga.

Airlangga juga mendorong industri ritel untuk terus beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi, pengelolaan stok yang lebih baik, serta penguatan merek dan pengusaha nasional. Dari sekitar 800 merek dalam ekosistem HIPPINDO, sekitar 500 di antaranya merupakan merek nasional.

HIPPINDO sendiri menggelar Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026 dengan tema “Rethinking Retail: The Future is Customer-Led”. Forum tersebut diarahkan untuk mempertemukan ekosistem ritel sekaligus mendorong pelaku usaha memahami perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan konsumen.

Baca Juga: Peritel Mal Maksimalkan Momentum Ramadan, Hippindo Dorong Konsumsi dari THR dan BHR

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News