Konsumsi rumah tangga kuartal III-2020 membaik, meski masih tumbuh negatif



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal III-2020 masih berada dalam zona negatif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga tumbuh negatif 4,04% yoy. 

“Akan tetapi, kontraksinya tidak sedalam pada kuartal II-2020 lalu, yang sebesar minus 5,52% yoy,” ujar Kepala BPS Suhariyanto, Kamis (5/11) via video conference. 

Suhariyanto pun menjabarkan beberapa indikator yang mencerminkan kontraksi dalam komponen konsumsi rumah tangga. Pertama, penjualan eceran yang masih tercatat minus 9,64% yoy. “Ini terjadi baik untuk penjualan sandang, bahan bakar, aksesoris, peralatan informasi dan komunikasi, juga yang lainnya,” jelas Suhariyanto. 


Kedua, impor barang konsumsi yang tumbuh minus 19,12% yoy di sepanjang periode Juli 2020 hingga September 2020. 

Ketiga, penjualan wholesale untuk mobil penumpang dan sepeda motor yang terkontraksi. Keempat, jumlah penumpang angkutan rel, darat, dan laut yang masih menurun. Kelima, nilai transaksi uang elektronik, kartu drebit, dan kartu kredit yang terkontraksi minus 9,32% yoy. 

Namun, bila menilik komponennya, dua komponen yang masih tumbuh dalam konsumsi rumah tangga adalah komponen perumahan dan peralatan rumah tangga yang tumbuh 1,82% yoy. 

Baca Juga: Indonesia resesi ekonomi, jumlah pengangguran bertambah 2 juta orang lebih

Ini disumbang dari volume penjualan listrik PLN ke rumah tangga yang menguat, alias tumbuh 11,62% yoy. Selain itu, komponen pengeluaran yang masih tumbuh positif ada di sektor kesehatan dan pendidikan yang menorehkan pertumbuhan 2,06% yoy. 

Lebih lanjut, konsumsi rumah tangga ini memegang porsi paling besar dalam perekonomian Indonesia. Suhariyanto bilang, pada kuartal III-2020, porsinya hingga 57%. Dengan kontraksi konsumsi rumah tangga tersebut, ini membuat komponen ini menyumbang 2,17% dari kontraksi perekonomian Indonesia secara keseluruhan di kuartal III-2020. 

Sebagai tambahan informasi, perekonomian Indonesia di kuartal III-2020 mengalami kontraksi sebesar minus 3,49% yoy.

Adapun, PDB atas dasar harga berlaku pada kuartal III-2020 tercatat sebesar Rp 3.894,7 triliun. Sedangkan PDB atas dasar harga konstan pada periode Juli 2020 hingga September 2020 tersebut sebesar Rp 2.720,6 triliun. 

Selanjutnya: ​Indonesia resmi resesi, ini 5 hal yang harus dilakukan saat resesi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .