Konsumsi Rumah Tangga Topang Kinerja Tigaraksa Satria (TGKA) Semester I-2026



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Tigaraksa Satria Tbk (TGKA) membukukan pertumbuhan kinerja pada semester I-2026, seiring meningkatnya penjualan dan laba bersih dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Merujuk laporan keuangan, pendapatan TGKA tercatat mencapai Rp 7,1 triliun pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


Sementara itu, laba tahun berjalan TGKA tercatat sebesar Rp 200,3 miliar, atau tumbuh 9,2% secara tahunan (YoY), dan setara 49,9% dari total laba yang dibukukan sepanjang 2025.

Corporate Secretary TGKA Nelly menyampaikan pertumbuhan kinerja tersebut didukung oleh membaiknya permintaan terhadap produk-produk kebutuhan sehari-hari yang menjadi kontributor utama pendapatan perusahaan.

Baca Juga: Terdongkrak Ekspor, Pendapatan Trisula (TRIS) Naik 15,9% pada Semester I-2026

“Pendapatan TGKA sebagian besar ditopang oleh segmen penjualan produk/barang konsumsi sehari-hari. Sehingga kinerja akan terpengaruh oleh tingkat konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat,” ungkap Nelly kepada Kontan.co.id, Kamis (30/7/2026).

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% serta konsumsi rumah tangga hingga Juni 2026 yang menunjukkan tren lebih baik turut menopang permintaan.

Selain itu, optimisme konsumen juga masih terjaga, yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang tetap berada di level optimistis.

Selain didukung kondisi makroekonomi, kinerja TGKA juga memperoleh tambahan kontribusi dari sejumlah principal baru yang mulai bergabung pada akhir kuartal IV-2025.

Principal-principal tersebut mencatat pertumbuhan pendapatan yang baik sehingga ikut mendorong peningkatan penjualan perseroan pada semester I-2026.

Dari sisi segmen usaha, pertumbuhan kinerja TGKA masih didominasi oleh bisnis produk konsumsi sehari-hari.

 
TGKA Chart by TradingView

Di samping itu, unit bisnis manufacturing services dan cold storage juga mencatatkan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Memasuki semester II-2026, TGKA menilai terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, salah satunya dari sisi operasional.

Selain itu, proyeksi daya beli pada paruh kedua tahun ini juga menghadapi tantangan berupa pelemahan sektor ritel, penurunan keyakinan konsumen, dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang mempengaruhi tingkat inflasi, khususnya terhadap bahan baku produk impor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News