Kontrak indeks emas lebih diminati



JAKARTA. Transaksi emas di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) terhitung meningkat. Sepanjang 2012 lalu, volume transaksi emas BBJ berkode KIE (Kontrak Indeks Emas) mencapai 30.317 lot atau naik 45,34% dibanding tahun sebelumnya. Malah selama Desember 2012 saja, volume transaksi KIE naik 119,4% menjadi 4.642 lot dibanding bulan Desember 2011.

Namun dalam rentang waktu yang sama, volume transaksi Kontrak Gulir Emas (KGE) secara tahunan justru 11,69% menjadi 11.229 lot. Khusus di bulan Desember 2012, transaksi KGE turun 60,8% menjadi 623 lot.

KGE merupakan kontrak yang mengikuti harga emas di pasar fisik emas Loco London. Sedangkan, KIE merupakan indeks yang dihitung dengan cara membagi harga penyelesaian Kontrak Gulir Emas di BBJ dengan harga emas di pasar fisik Loco London.


Menurut Direktur BBJ, Bihar Sakti Wibowo, KIE lebih menekankan pada konversi pairing USD/IDR. "Sehingga tujuannya untuk investasi atau risk management," kata Bihar, kemarin.

Analis Harvest International Futures, Ibrahim mengatakan, tumbuhnya transaksi KIE lebih disebabkan kurs rupiah yang terdepresiasi terhadap dollar AS. Meski kini tren harga emas sedang terkoreksi, indeks emas tetap bertahan. "Harga emas sedang terkoreksi, tapi rupiah melemah terhadap dollar AS. Nilai indeks emasnya justru naik karena dikonversi ke rupiah," ujar Ibrahim.

Ibrahim melihat, investor kurang tertarik bertransaksi di kontrak-kontrak emas seperti KGE karena ada masa habisnya. Semisal, kontrak emas untuk penyerahan Februari 2013, jika kontrak tersebut jatuh tempo maka investor harus melikuidasi investasi tersebut dalam keadaan untung atau rugi.Berbeda dengan KIE yang pergerakannya setiap hari tanpa batas waktu. "Kalau KIE pergerakan harganya lebih liar," ujar Ibrahim.

BBJ menargetkan, pertumbuhan transaksi emas 10% pada 2013. Bihar yakin, tahun ini emas tetap menjadi primadona dari seluruh produk.

Ibrahim yakin target BBJ itu bisa tercapai. "Karena sebetulnya dalam bursa derivatif itu tidak masalah kalau harga emas sedang turun. Kita bisa ambil posisi sell atau buy. Kalau harga turun tinggal ambil posisi sell," terang Ibrahim. Pertumbuhan transaksi tersebut justru bisa melampaui target 10% asal, kondisi perekonomian global membaik, setidaknya stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News