Kontraksi Sektor Konstruksi Zona Euro Makin Dalam pada Agustus



KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Aktivitas sektor konstruksi zona euro mengalami kontraksi yang semakin dalam pada Agustus 2026. Purchasing managers’ index (PMI) sektor konstruksi kawasan ini terus merosot.

Berdasarkan publikasi S&P Global, Jumat (4/9/2026), PMI sektor konstruksi zona euro tercatat di 43,0 pada Agustus, turun dari 44,3 pada Juli. Dengan demikian, aktivitas konstruksi zona euro telah menyusut secara konsisten selama 52 bulan.

Penurunan aktivitas juga terjadi di ketiga subsektor konstruksi yang dipantau. Sektor perumahan mencatat kontraksi paling tajam, disusul konstruksi komersial. Sementara itu, aktivitas teknik sipil mengalami penurunan paling ringan di antara ketiganya, meski kontraksinya masih tergolong solid.


Pelemahan aktivitas secara keseluruhan mencerminkan percepatan kontraksi di Prancis yang menjadi yang terdalam sejak Mei 2020. PMI sektor konstruksi Prancis terjun bebas mencapai 37,3 di Agustus dari 41,5 di Juli.

Italia juga mencatat kontraksi tercepat dalam empat tahun. Di Juli, PMI sektor konstruksi negara asal pizza ini masih sebesar 49,1. Di Agustus, indeksnya ada di 41,7.

Baca Juga: Ekonomi Zona Euro Mencatatkan Pertumbuhan Solid Sepanjang Agustus

Sebaliknya, Jerman menjadi pengecualian. Kendati masih berada di level kontraksi, angka PMI sektor konstruksi Jerman membaik dari 42,1 di Juli menjadi 48,7 di Agustus.

 “Data Agustus menunjukkan penurunan aktivitas konstruksi yang lebih tajam, terutama sebagai respons terhadap memburuknya kondisi permintaan. Penerimaan bisnis baru turun pada laju tercepat dalam empat bulan, dengan penurunan terjadi secara luas di seluruh negara yang dipantau,” kata Usamah Bhatti, Ekonom S&P Global Market Intelligence, dalam rilis pers, Jumat (4/9/2026).

Sejalan dengan penurunan aktivitas, pesanan baru juga mengalami pelemahan yang lebih cepat. Bisnis baru turun secara signifikan dengan laju terkuat sejak April.

Prancis mencatat penurunan pesanan baru yang sangat tajam, sedangkan Italia kembali mengalami penurunan yang solid. Di Jerman, pesanan konstruksi turun dengan laju lebih lambat dibandingkan Juli, meski penurunannya masih substansial.

Pelemahan permintaan turut berdampak pada ketenagakerjaan. Jumlah tenaga kerja sektor konstruksi zona euro turun untuk bulan ketujuh berturut-turut pada Agustus, sementara laju pengurangan pekerja menjadi yang paling besar dalam empat bulan.

Baca Juga: Aktivitas Manufaktur di Zona Euro Mencatat Pertumbuhan Tertinggi Empat Tahun

Prancis dan Jerman mencatat pengurangan tenaga kerja yang lebih tajam, sedangkan jumlah tenaga kerja di Italia justru meningkat untuk bulan kedua berturut-turut.

Perusahaan konstruksi zona euro juga kembali mengurangi penggunaan subkontraktor dengan laju yang cukup signifikan. Kondisi tersebut mendorong peningkatan ketersediaan subkontraktor, meski laju kenaikannya hanya moderat.

Pelemahan sektor konstruksi juga membuat pelaku usaha semakin pesimistis terhadap prospek aktivitas dalam satu tahun mendatang. Tingkat pesimisme pada Agustus tidak berubah dari rekor terendah dalam tiga bulan yang tercatat pada Juli.

Prancis mencatat prospek paling pesimistis, dengan tingkat sentimen terlemah sejak April. Jerman juga menunjukkan prospek yang cukup suram, sementara perusahaan di Italia mencatat prospek paling positif dalam enam bulan.

“Menurut para responden survei, hambatan terhadap aktivitas berasal dari kekhawatiran inflasi dan perang di Timur Tengah. Namun, perusahaan dapat sedikit lega karena inflasi biaya secara keseluruhan kembali menurun hingga mencapai level terendah dalam enam bulan,” ujar Bhatti.