KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi syariah dihadapkan kondisi untuk meningkatkan kontribusi. Hal ini tercermin dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026 yang menunjukkan nilai kontribusi masih terkoreksi sebesar 0,12%
year on year (YoY). Pada periode ini, nilai kontribusinya mencapai Rp 15,96 triliun, sedangkan per Agustus 2025 nilai kontribusinya adalah Rp 18,07 triliun. Jika dirinci lebih lanjut, angka ini memperlihatkan perbaikan kinerja dibandingkan dengan bulan Juli 2026. Kontribusi pada periode ini tercatat turun sebesar 12,67% dengan nilai kontribusi mencapai Rp 14,19 triliun.
Direktur Utama PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie A. Najas mengatakan industri asuransi syariah terus menunjukkan perkembangan di tengah dinamika ekonomi dan tantangan yang dihadapi industri asuransi secara keseluruhan. Hal ini didukung oleh kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan finansial yang sekaligus membuka peluang bagi asuransi syariah untuk terus berkembang.
Baca Juga: Kontribusi Industri Asuransi Syariah Turun 11,79% hingga Agustus 2026 "Didukung oleh potensi pasar yang besar dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya perlindungan keluarga," ujarnya kepada Kontan, Kamis (22/10/2026). Dari segi kontribusi, Allianz Life Syariah telah membukukan Rp 1,5 triliun per Agustus 2026. Nilai ini juga meningkat dibandingkan periode Juli 2026 yang tercatat tumbuh sebesar Rp 1,3 triliun. Menurut Elmie, industri asuransi syariah masih memiliki prospek cerah hingga akhir tahun 2026. Namun, prospeknya juga akan sangat bergantung dengan kondisi ekonomi, peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah, hingga kemampuan industri dalam menghadirkan solusi yang relevan, terjangkau dan mudah diakses. Di samping itu, PT Prudential Sharia Life Assurance atau Prudential Syariah juga melihat potensi pasar asuransi syariah dari banyaknya populasi muslim di Indonesia. Chief Customer Marketing Officer Prudential Syariah, Vivin Arbianti Gautama mengatakan saat ini belum semua masyarakat muslim di Indonesia terekspos produk asuransi syariah. Terutama kelompok masyarakat muslimĀ
affluent yang totalnya diperkirakan berjumlah sekitar 40 juta nasabah.
Baca Juga: OJK: Asuransi Umum Konvensional Punya Kesempatan Ubah Jenis Usaha Jadi Syariah "Ini merupakan market yang sangat besar, yang saat ini belum benar-benar terekspos dengan produk syariah," ujarnya saat ditemui langsung di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (15/20/2026). Untuk menangkap peluang dan potensi pasar tersebut, Prudential Syariah berupaya terus memperkuat jaringan keagenan dan kanal distribusi untuk memperluas penetrasi produk asuransi syariah di Indonesia.
Langkah ini dimatangkan dengan dukungan oleh 65.000 tenaga agen yang telah mengantongi sertifikat syariah. Namun, jumlah tersebut juga dinilai masih harus terus ditingkatkan untuk menjangkau pasar lebih luas. Upaya tersebut juga diseimbangkan dengan penguatan literasi dan inklusi keuangan sekaligus menguatkan kerja sama dengan mitra perbankan untuk mengoptimalkan kanal
bancassurance.
Baca Juga: AASI Ungkap Kendala yang Membuat Penggunaan Produk Asuransi Syariah Masih Terbatas Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News