Kontribusi Bancassurance Baru 3% ke Premi Asuransi Umum, Ini Penyebabnya



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kontribusi kanal bancassurance terhadap industri asuransi umum masih relatif kecil.

Berdasarkan publikasi Analisa Industri Asuransi dan Reasuransi Triwulan I-2026 yang dirilis Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), kanal ini baru menyumbang sekitar 3% dari total premi industri pada periode tersebut.

Baca Juga: Likuiditas Perbankan Makin Ketat, LDR Sejumlah Bank Besar Naik pada Semester I-2026


Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, kecilnya kontribusi bancassurance tidak terlepas dari karakteristik bisnis asuransi umum yang hingga kini masih didominasi oleh segmen korporasi dan komersial.

Menurutnya, produk seperti asuransi harta benda, pengangkutan, rekayasa, tanggung gugat, hingga risiko industri memerlukan proses identifikasi risiko, survei, underwriting, serta penyesuaian jaminan yang lebih kompleks.

Karena itu, produk-produk tersebut lebih banyak dipasarkan melalui broker, agen, maupun jalur pemasaran langsung.

Selain itu, pemanfaatan bancassurance pada industri asuransi umum selama ini masih didominasi produk yang berkaitan dengan pembiayaan perbankan, seperti asuransi rumah untuk kredit pemilikan rumah (KPR), asuransi kendaraan bermotor, asuransi kredit, serta perlindungan aset yang dijadikan agunan.

Baca Juga: Kontribusi Bancassurance Masih Minim, ASEI Siapkan Strategi Ekspansi

"Dengan demikian, kontribusinya sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan penyaluran kredit dan kerja sama masing-masing perusahaan dengan perbankan," ujar Budi kepada Kontan.co.id, Sabtu (1/8/2026).

Meski porsinya masih terbatas, Budi menilai prospek pengembangan kanal bancassurance tetap terbuka lebar.

Basis nasabah perbankan yang besar, ditambah meningkatnya pemanfaatan layanan digital, menjadi peluang untuk memperluas distribusi produk asuransi umum yang sederhana, relevan, dan terjangkau.

Ia menambahkan, pengembangan bancassurance tidak harus terbatas pada produk yang berkaitan dengan kredit.

Baca Juga: Laba Bank KBMI 3 Tumbuh di Semester I-2026, Siapa Paling Moncer?

Berbagai produk lain juga memiliki potensi untuk dipasarkan melalui kanal ini, seperti asuransi rumah tinggal, kendaraan bermotor, perjalanan, kecelakaan diri, perlindungan transaksi kartu, perlindungan siber bagi individu maupun pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga perlindungan aset dan aktivitas usaha nasabah UMKM.

Di sisi lain, integrasi aplikasi perbankan dengan sistem perusahaan asuransi dinilai mampu meningkatkan efisiensi layanan.

Integrasi tersebut dapat mempercepat proses penawaran produk, penerbitan dan perpanjangan polis, pembayaran premi, hingga pelaporan klaim sehingga memberikan kemudahan bagi nasabah.

Untuk mengoptimalkan kanal bancassurance, AAUI mendorong perusahaan asuransi mengembangkan produk yang sederhana dan sesuai kebutuhan nasabah perbankan. Selain itu, perusahaan juga perlu memperkuat integrasi sistem dengan perbankan serta meningkatkan pemahaman tenaga pemasaran terhadap manfaat dan ketentuan produk.

Baca Juga: KB Bank (BBKP) Perpanjang Kredit Rp 200 Miliar ke SKBF, Ini Alasannya

Budi menegaskan, kerja sama antara bank dan perusahaan asuransi juga harus mengedepankan prinsip transparansi, kesesuaian produk dengan kebutuhan nasabah, kemudahan layanan dan proses klaim, serta kepatuhan terhadap ketentuan perlindungan konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News