Kontribusi Bisnis Batubara Menyusut, TBS Energi (TOBA) Fokus Perluas Bisnis Hijau



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) menata ulang portofolio bisnis di sepanjang 2025. Ini merupakan bagian dari perjalanan bisnis TOBA yang akan beralih ke bisnis hijau. 

Di 2025, TOBA juga telah menuntaskan akuisisi Sembcorp Environment, yang kini beroperasi dengan nama Cora Environment. Ini memperkuat posisi TOBA dalam bisnis pengelolaan limbah di Singapura. 

Dalam laporan yang dirilis Senin (9/3/2026), TOBA membukukan EBITDA disesuaikan positif sebesar US$ 47,2 juta dengan posisi saldo kas di level US$ 102,3 juta atau meningkat 15% dari posisi tahun sebelumnya. 


Adapun pendapatan dari segmen pengelolaan limbah berkontribusi sebesar US$ 155,4 juta. Menyusul pendapatan dari segmen pertambangan dan perdagangan batubara sebesar US$ 194,6 juta. 

Baca Juga: TBS Energi Utama (TOBA) Gelar Buyback Saham, Siapkan Dana Rp 586 Miliar

Dari sisi bottom line, TOBA membukukan rugi bersih sebesar US$ 162 juta. Ini seiringan dengan penurunan harga batubara dunia sepanjang 2025 dan kerugian non kas tidak berulang akibat divestasi PLTU sebesar US$ 97 juta. 

Direktur TBS Energi Utama, Juli Oktarina menjelaskan secara proporsi, kontribusi pendapatan dari segmen pertambangan dan perdagangan batubara dari 81% menjadi 51% mencerminkan arah strategi bisnis TOBA. 

“Ini mencerminkan arah strategis TBS untuk secara bertahap menurunkan eksposur terhadap batubara sekaligus mempercepat pergeseran menuju portofolio yang lebih berkelanjutan,” jelas dia dalam paparan, Senin (9/3/2026). 

Baca Juga: Obligasi TBS Energi Utama (TOBA) Senilai Rp 425 Miliar Jatuh Tempo pada Maret 2026

Juli bilang penyesuaian struktural diambil dengan mempertimbangkan kepentingan jangka panjang untuk mempercepat pertumbuhan pilar bisnis pengolahan limbah, energi terbarukan dan kendaraan listrik.  

Menurutnya, strategi diversifikasi ini relevan di tengah eskalasi ketegangan geopolitik yang mulai memberikan tekanan pasar pasar energi global dan diversifikasi bisnis merupakan cara untuk menghadapi volatilitas yang ada.  

“Strategis bisnis yang berfokus pada pengelolaan limbah, energi terbarukan dan kendaraan listrik menjadi peluang krusial bagi ketahanan energi nasional karena memberikan fleksibilitas,” kata Juli. 

Lewat skema rent-to-own pada ekosistem motor listrik Electrum, misalnya, TOBA hanya memitigasi dampak fluktuasi harga minyak bagi para pekerja sektor informal, tetapi juga memperkokoh fondasi bisnis hijau.

Baca Juga: Cermati Rekomendasi Saham TBS Energi Utama (TOBA) yang Buyback 825 Juta Saham

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News