JAKARTA. Rasa manis memang menambah nikmat saat menyantap makanan atau minuman. Kandungan manis dalam gula juga bermanfaat sebagai sumber energi. Namun ingat terlalu banyak mengonsumsi gula dapat menyebabkan penyakit berbahaya. Banyak penyakit yang ditimbulkan dari mengonsumsi gula berlebihan. Seperti obesitas, penyakit jantung dan diabetes. Ini karena kandungan kalori yang terdapat dalam gula cukup tinggi. marzuki iskandar, Ahli Gizi Politeknik Kesehatan Jakarta pun mengingatkan agar disiplin dalam menghitung asupan gula pasir setiap hari. Ini dilakukan agar tidak kebablasan. "Maksimal konsumsi gula pasir sebanyak lima sendok sampai enam sendok teh setiap harinya," saran dia.
Namun batasan konsumsi gula ini bisa lebih besar bila seseorang memiliki aktivitas yang lebih berat. marzuki menambahkan, asupan gula bagi orangtua pun berbeda. Saat usia menginjak senja jumlah konsumsi gula sebaiknya dikurangi. "Untuk yang sudah terkena diabetes harus lebih disiplin lagi," kata dia. Hanya saja, terkadang hasrat untuk mendapat asupan rasa manis memang tidak bisa dibendung. Apalagi bagi seseorang yang sudah terbiasa mengonsumsi makanan atau minuman dengan kadar kemanisan tinggi. Untungnya, ada bahan tambahan pangan pemanis atau biasa disebut sweetener bisa menjadi penggantinya. Sweetener merupakan zat yang menawarkan rasa manis layaknya gula biasa dengan jumlah kalori yang lebih sedikit tanpa mengubah rasa asli makanan maupun minuman. Pemanis seperti ini jauh lebih manis dibandingkan gula pada umumnya seperti gula pasir maupun gula merah. Namun kalori yang dikandung lebih sedikit. Pemanis seperti ini biasanya lebih manis dibandingkan gula. Makanya, jumlah yang diperlukan juga lebih sedikit. Fungsi inilah yang memudahkan penderita diabetes untuk melakukan diet mengontrol kalori. Sebab sebenarnya penderita diabetes tidak boleh kekurangan kalori, tapi juga tidak boleh kelebihan kalori. Karena itu, fungsi pemanis buatan menghindari atau sedikit mengurangi asupan kalori. Karena itulah, penggunaan pemanis buatan biasanya tidak hanya untuk para penderita diabetes. Tapi orang-orang yang ingin mengontrol kalori yang masuk dalam tubuh. Mereka yang diet juga kerap memakai pemanis buatan. Harapannya, menggunakan pemanis buatan maka berat badan lebih terjaga dan badan tetap sehat. Aris Wibudi, Dokter Spesialis Endokrin OMNI Hospitals menambahkan, masyarakat yang belum terkena diabetes bisa menggunakan sweetener untuk menjaga lonjakan kadar gula darah. Selain itu, pemanis buatan juga bermanfaat untuk menjaga kestabilan berat badan. "Bisa juga untuk jaga-jaga. Karena banyak masyarakat termasuk yang masih muda tak sadar kalau mereka sebenarnya sudah menunjukan gejala diabetes," kata dia. Kandungan kalori Upaya menjaga kadar gula darah ini, menurut Aris, akan makin optimal jika setiap orang memperhatikan asupan makanan. Makanan dan minuman dengan indeks glikemik rendah juga bisa menekan lonjakan kadar gula dalam darah. Tak lupa, olahraga akan membuat fungsi organ tubuh tetap optimal. marzuki menambahkan, meski pemanis buatan lebih bersahabat bagi mereka yang ingin mengontrol kalori dan gula darah, namun mengonsumsi pemanis buatan juga ada takarannya dan tidak boleh sembarangan, apalagi berlebihan. "Mengonsumsi sweetener juga ada batasnya tergantung bahan dasar yang digunakan. Supaya mudah, perhatikan batasan konsumsi yang biasanya ada di tiap label kemasan," ujar dia.
Saat ini ada beberapa jenis pemanis buatan yang ada di pasaran. Misal, pemanis berbahan sakarin. Jenis pemanis buatan ini biasanya tingkat kemanisannya 200 kali sampai 700 kali dari gula biasa. Zat ini banyak dipakai di industri makanan kemasan, soft drink, hingga permen karet. Namun rasanya bisa berubah agak pahit usai dipanaskan. Lalu ada pemanis sukralosa yang punya tingkat kemanisan 500 kali hingga 600 kali dari gula pasir. Kelebihan sukralosa ini tidak menimbulkan sensasi rasa pahit saat dikonsumsi maupun saat dipanaskan dengan suhu tinggi. Selain itu, kadal kalorinya juga rendah alias nol kalori. Banyak produk pemanis buatan menggunakan bahan dasar yang satu ini. Selain dari sweetener, rasa manis untuk makanan dan minuman juga bisa didapat dari sumber lain, misalnya saja buah-buahan. Meski memang terjadi perubahan rasa, namun lebih sehat ketimbang memakai gula biasa. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News