Koperasi Ingin Ambil Kembali Bank Bukopin yang Kini Ganti Nama KB Bank, Cek Kinerja!
Rabu, 07 Oktober 2026 04:20 WIB
Oleh: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - Jakarta. JAKARTA. Gerakan koperasi Indonesia berencana mengambil alih kembali kepemilikan PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) atau yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Bukopin. Sebelum rencana ini berjalan, mari lihat kinerja mantan Bank Bukopin. Rencana tersebut disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono. Menurut Ferry, gerakan koperasi Indonesia telah memperoleh kesempatan untuk kembali membeli saham Bank Bukopin. "Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin) akan kita ambil alih lagi," ujar Ferry dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional SI ke-42 di Jakarta, Senin (5/10/2026).
Menurut Ferry, rencana tersebut berkaitan dengan sejarah Bank Bukopin yang sejak awal didirikan oleh induk-induk koperasi. Baca Juga: Sidang Ijazah Wapres: MK Tak Dapat Menerima Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Saham koperasi di Bank Bukopin terdilusi Seiring perjalanan bisnis perseroan, kepemilikan koperasi di Bank Bukopin mengalami dilusi. Akibatnya, porsi saham yang dimiliki induk-induk koperasi semakin mengecil. Saat ini, mayoritas saham Bank Bukopin dikuasai Kookmin Bank dari Korea Selatan. Meski demikian, Ferry menyebut gerakan koperasi Indonesia kini mendapatkan peluang untuk kembali memiliki saham Bank Bukopin. "Kami baru saja mendapatkan informasi dan kesempatan untuk membeli kembali saham Bukopin untuk diambil alih lagi oleh induk-induk koperasi dan gerakan koperasi," jelas Ferry. Baca Juga: Perputaran Uang RI Diproyeksi Melambat pada 2026, Ekonom Ungkap Penyebabnya Kinerja KB Bank semester I 2026 Rencana pengambilalihan tersebut muncul ketika KB Bank tengah menjalankan proses penguatan fundamental bisnis. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 Juni 2026, KB Bank membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 205,66 miliar. Angka tersebut turun dibandingkan Rp 388,93 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan keuangan tersebut berstatus tidak diaudit. Di sisi lain, pendapatan bunga perseroan meningkat menjadi Rp2,49 triliun pada semester I 2026, dari Rp 2,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dari sisi neraca, total aset KB Bank mencapai sekitar Rp 93,01 triliun pada akhir Juni 2026. Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi pada akhir 2025. Penyaluran kredit juga masih tumbuh. Berdasarkan laporan keuangan, kredit dan pembiayaan yang diberikan dalam rupiah mencapai sekitar Rp 44,78 triliun, sementara kredit dalam valuta asing juga menjadi bagian dari portofolio perseroan. KB Bank juga mencatat pertumbuhan pada sisi pendanaan. Hingga semester I 2026, dana pihak ketiga (DPK) perseroan tercatat sekitar Rp 51,72 triliun, menunjukkan adanya penguatan sumber dana untuk mendukung ekspansi bisnis. Dengan demikian, meskipun laba bersih masih mengalami tekanan, perseroan mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator bisnis seperti aset, kredit dan pendanaan. Tonton: Geo Dipa dan Misteri “Salah Kamar” di Kementerian Keuangan Jadi kekuatan baru koperasi Ferry menilai kembalinya Bank Bukopin ke kepemilikan gerakan koperasi dapat menjadi kekuatan baru bagi koperasi Indonesia. Menurut dia, keberadaan bank yang kembali terhubung dengan gerakan koperasi dapat mendukung pengembangan koperasi sekaligus memperkuat perannya dalam perekonomian rakyat. "Jadi ini akan kita jadikan lagi sebagai kekuatan baru, kita akan buktikan koperasi akan bisa kuat dan besar," pungkas Ferry. Sejarah Bank Koperasi Laporan keuangan KB Bank per 30 Juni 2026 juga mencatat bahwa bank tersebut memang memiliki sejarah sebagai Bank Umum Koperasi Indonesia.
Dalam catatan laporan keuangan, bank disebut didirikan pada 10 Juli 1970 dengan nama Bank Umum Koperasi Indonesia dan mulai beroperasi sebagai bank umum koperasi pada 16 Maret 1971. Anggaran dasar bank juga mencantumkan tujuan utama memperhatikan dan melayani kepentingan gerakan koperasi di Indonesia. Sebagian artikel telah tayang di : https://money.kompas.com/read/2026/10/05/212852126/menkop-bank-bukopin-akan-kita-ambil-alih-lagi?source=terpopuler_artikel.
Purnomo Polisi Baik Tutup Monetisasi YouTube, Ini Penjelasan Pajak Content Creator