Koperasi Jadi Andalan buat Pengembangan UKM



JAKARTA. Wadah untuk menampung dan mengembangkan hasil produksi sektor usaha kecil dan menengah (UKM) masih terbatas. Karena itu, pemerintah mencari lembaga yang cocok guna menyokong pembiayaan dan pemasaran hasil UKM. Salah satu lembaga yang dilirik pemerintah adalah koperasi. Pemerintah menganggap, koperasi lebih mudah dijangkau para penggiat UKM. "Yang penting, organisasi di antara para pengusaha kecil. Kadangkala jaringan ini tidak jalan," ujar Wakil Presiden (Wapres) Boediono, Sabtu (14/11). Boediono menyinggung soal perlunya keterlibatan koperasi itu seusai membuka Seminar One Product One Village (OVOP) di Bali, Sabtu (14/11). Mantan Gubernur Bank Indonesia tersebut menilai, produk UKM Indonesia harus diperluas jaringan pasarnya, bahkan hingga ke luar negeri. "Kuncinya harus ada link dengan pasar yang lebih luas di kota-kota atau luar negeri," jelasnya. Selain jaringan pemasaran, kata Wapres Boediono, keberhasilan produk UKM juga harus didukung oleh sinergi antara teknologi dan desain. Sebab, teknologi, desain, dan jaringan pemasaran adalah satu paket yang tidak terpisahkan. Cuma, Boediono bilang, masih perlu pengkajian mendalam mengenai produk UKM yang layak dipasarkan. Misalnya, hasil kerajinan tangan maupun agroindustri. "Semua digarap dulu bersama. Jangan sampai kita sudah membuat produk bagus tapi tidak ada pasarnya," tuturnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor: Tri Adi