SEATLE. Investasi jumbo di teknologi mobile dan penjualan pernak-pernik Natal mendongkrak rapor kinerja Starbucks Corp. Dus, jaringan kedai kopi terbesar di dunia tersebut berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di pasar global sebesar 12% pada kuartal IV 2015 lalu menjadi US$ 5,37 miliar. Pertumbuhan itu melampaui prediksi analis yang menebak kenaikan penjualan 7,3% secara global. Laba kuartal IV 2015 Starbucks mencapai US$ 687,6 juta atau US$ 46 sen per saham. Kinerja ini mengejutkan lantaran maraknya isu pemboikotan Starbucks. Berbagai kalangan termasuk miliarder Donald Trump menuduh Starbucks anti Natal karena menerbitkan produk edisi Natal terlalu sederhana alias hanya berwarna merah polos.
Kopi laris manis, laba Starbucks lampaui prediksi
SEATLE. Investasi jumbo di teknologi mobile dan penjualan pernak-pernik Natal mendongkrak rapor kinerja Starbucks Corp. Dus, jaringan kedai kopi terbesar di dunia tersebut berhasil membukukan pertumbuhan penjualan di pasar global sebesar 12% pada kuartal IV 2015 lalu menjadi US$ 5,37 miliar. Pertumbuhan itu melampaui prediksi analis yang menebak kenaikan penjualan 7,3% secara global. Laba kuartal IV 2015 Starbucks mencapai US$ 687,6 juta atau US$ 46 sen per saham. Kinerja ini mengejutkan lantaran maraknya isu pemboikotan Starbucks. Berbagai kalangan termasuk miliarder Donald Trump menuduh Starbucks anti Natal karena menerbitkan produk edisi Natal terlalu sederhana alias hanya berwarna merah polos.