Korea Jajaki Investasi IT di Indonesia



JAKARTA. Krisis finansial global membuat perekonomian dunia mengalami perlambatan. Akibatnya pertumbuhan ekonomi di suatu negara pun ikut melambat. Penyebabnya adalah lesunya daya beli konsumen dan maraknya angka pengangguran. Kondisi ini dialami oleh negara indutri berbasis teknologi-informasi, Korea Selatan. Mereka turut merasakan dampak perlambatan ekonomi dunia. Disana harga saham berjatuhan. Berangkat dari situlah pekan lalu, Korea Selatan mencoba mencari peluang investasi di Jakarta. Mereka mencoba menjajaki pertemuan one- on-one bussiness dengan beberapa pengusaha berbasis teknologi informasi. Tujuannya untuk menjajaki sekaligus survey market produk mereka di pasar Indonesia. “Beberapa pengusaha di Korea mencoba menjajaki distributor (sole agent) dari produk yang mereka tawarkan,” kata Manager Marketing Bisnis Korea Bussiness Trade Center (KOTRA) Batari Trironggomaniek, Minggu 21/12 di Jakarta. Kebanyakan dari yang hadir itu adalah investor serat optik, dan elektronika. Sebut saja misalnya Carrier yang bergerak di bidang heater dan air conditioner, Alps Elektric Korea yan g menyediakan komponen elektronika untuk mobil dan Amkor technology yang berbisnis semi conductor. “Mereka siap untuk menanamkan investasi sekitar US $ 300 juta – US $ 600 juta,” tandasnya. Besar kemungkinan para investor itu akan masuk pada kuartal kedua 2009. Atau menunggu sampai Pemilu selesai digelar tahun depan. Makanya mereka masih menunggu sampai kondisi sedikit membaik teerutama kondisi politik di Indonesia. “Mereka masih optimis dengan pertumbuhan ekonomi 6 % di Inonesia bakal tercapai,” tandasnya. Yang jelas bagi Korea Selatan, Indonesia masih menjadi negara andalan Korea Selatan di regional Asia Tenggara, untuk mendapatkan komoditas LNG, batubara, minyak bumi, hasil hutan, karet dan tembaga. Sudah begitu hubungan ekonomi kedua negara sudah terjalin sejak 2006. Ini ditandai dengan kedatangan Presiden Lee Myung Bak ke Indonesia di tahun itu dan dibalas kunjungan Presiden SBY ke Seoul tahun berikutnya. Badan Koordinasi Penanamann Modal (BKPM) mencatat pada 2007 realisasi investasi Korea Selatan sebesar US $ 0,62 miliar untuk 162 proyek. Angka segitu mennempatkan Korea Selatan berada di posisi ketiga seetelah Singapura dengan nilai US$ 3,73 miliar (120 proyek) dan Inggris dengan nilai investasi US$ 1,68 miliar (62 proyek). Sementara Jepang US$ 0,60 miliar (110 proyek), dan Taiwan US$ 0,47 miliar (32 proyek) menempati posisi berikutnya. Sedangkan di 2008 nilai investasi Korea Selatan tumbuh sekitar 10%. Tahun depan diperkirakan akan tetap sama dengan 2008.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News