KONTAN.CO.ID - Kegagalan Korea Selatan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 memicu krisis besar di sepak bola Negeri Ginseng. Presiden Lee Jae-myung langsung melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan tim nasional. Ia secara terbuka menyoroti dugaan praktik favoritisme dalam penunjukan pelatih, hingga meminta pemerintah melakukan investigasi menyeluruh. Padahal, Korea Selatan datang ke Piala Dunia 2026 sebagai salah satu unggulan di Grup A yang dihuni tuan rumah Meksiko, Republik Ceko, dan Afrika Selatan.
Taeguk Warriors mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko. Namun, dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat mereka hanya mengoleksi tiga poin. Salah satu unggulan Asia ini juga gagal menjadi salah satu tim peringkat ketiga terbaik yang bisa lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Baca Juga: Skenario Argentina Menuju Final Piala Dunia 2026, Ini Calon Lawan yang Menanti
Melalui akun X pribadinya, Lee mengaku sulit memahami bagaimana tim yang dipenuhi pemain-pemain terbaik seperti Son Heung-min, Lee Kang-in, dan Kim Min-jae justru gagal melewati fase grup. "Saya bukan hanya terkejut dengan hasil yang tidak terduga ini, tetapi benar-benar kebingungan," tulis Lee, seperti dikutip Reuters. Menurutnya, kegagalan tersebut kembali membuktikan bahwa kualitas kepemimpinan sangat menentukan prestasi sebuah organisasi. "Ini sekali lagi membuktikan bahwa penempatan personel adalah segalanya. Ketika keberpihakan lebih diprioritaskan daripada kompetensi dan orang yang tidak kompeten dipilih menjadi pemimpin, hasilnya sudah sangat jelas," ujarnya. Lee juga mengkritik sistem penunjukan pejabat yang dinilai membuka ruang bagi praktik favoritisme dan sulit diawasi. Ia meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menyelidiki penyebab kegagalan tim nasional, mengungkap proses pengambilan keputusan yang terjadi, sekaligus menyiapkan langkah perbaikan agar kasus serupa tidak kembali terulang. Baca Juga: Profil Peserta 32 Besar Piala Dunia 2026: Cek yang Terkuat Berdasarkan Ranking FIFA
Hong Myung-bo Memilih Mundur
Sehari setelah Korea Selatan dipastikan gagal lolos, Hong Myung-bo mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih kepala tim nasional pada Minggu (28/6). Dalam pernyataannya di pusat latihan tim di Guadalajara, Hong menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Korea Selatan. "Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada masyarakat yang mencintai sepak bola Korea dan selalu mendukung tim nasional." Hong baru ditunjuk sebagai pelatih Korea Selatan pada Juli 2024 untuk menggantikan Juergen Klinsmann. Meski berhasil membawa tim lolos ke Piala Dunia untuk ke-11 kalinya secara beruntun, ia gagal memenuhi target melaju ke fase gugur. Baca Juga: Jalur Inggris ke Final Piala Dunia 2026: Berpotensi Hadapi Brasil dan Argentina
Kekecewaan Publik Korea Selatan Memuncak
Sejak awal, penunjukan Hong sebenarnya sudah menuai kontroversi. Sejumlah media Korea Selatan mempertanyakan proses perekrutannya yang dinilai tidak transparan dan diduga diwarnai praktik favoritisme. Setelah Korea Selatan tersingkir, sebuah petisi yang menuntut pemecatan Hong dengan cepat memperoleh dukungan yang cukup untuk ditindaklanjuti parlemen Korea Selatan. Di media sosial, sejumlah foto yang memperlihatkan toko memasang tulisan melarang Hong memasuki tempat usaha mereka juga menjadi viral. Keputusan Hong mencadangkan Son pada laga hidup-mati melawan Afrika Selatan serta menariknya keluar saat menghadapi Meksiko juga menjadi sasaran kritik. Bahkan, kepulangan tim nasional ke Bandara Incheon dilaporkan tidak akan disambut dengan seremoni resmi, sesuatu yang disebut menjadi pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Baca Juga: Messi vs Ronaldo di Piala Dunia 2026: Siapa yang Lebih Unggul di Fase Grup?
Son Heung-min Minta Maaf kepada Suporter
Kapten tim Son Heung-min menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Korea Selatan melalui Instagram. Pemain berusia 33 tahun itu mengaku tidak ingin menghindari kenyataan setelah tim gagal memenuhi harapan publik. "Saya tidak tahu harus memulai dari mana. Saya tidak bisa berpura-pura tidak mengetahui apa yang terjadi dan saya juga tidak ingin lari dari kenyataan," tulisnya. Son mengatakan dirinya memahami rasa kecewa yang dirasakan para pendukung.
"Pertama-tama, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada masyarakat Korea Selatan dan seluruh penggemar sepak bola." Sepanjang Piala Dunia 2026, Son gagal mencetak gol maupun mencatat assist dalam tiga pertandingan fase grup. Meski demikian, mantan pemain Tottenham Hotspur itu memastikan belum berniat mengakhiri karier internasionalnya. Baca Juga: Skenario Messi vs Ronaldo di Piala Dunia 2026, Bisa Terjadi di Final