Korea Selatan guyur stimulus US$ 39 miliar



SEOUL. Pemerintah Korea Selatan mengungkapkan akan menambah anggaran belanja negara untuk mendorong permintaan domestik. Keputusan menggelontorkan stimulus sebesar KRW 40 triliun (US$ 39 miliar) ini dibuat setelah perekonomian Korea Selatan kuartal II melambat. 

Dalam program stimulus ini, pemerintah Korea Selatan melalui Kementrian Keuangan akan meningkatkan belanja negara sebesar KRW 11,7 triliun (US$ 11,4) miliar dari akun fiskal dan quasi fiskal. 

Selain itu, stimulus sebesar KRW 26 triliun  akan digelontorkan dalam bentuk kredit, dukungan kredit, dan  pelonggaran fasilitas kredit pemilikan. Korea Selatan juga memperpanjang program kredit untuk usaha kecil menengah.


Sedangkan dana KRW 3 triliun diperuntukkan fasilitas kredit. Fasilitas ini akan diberikan pada bank yang bisa mengucurkan kredit korporasi di atas KRW 12 triliun dengan bunga rendah. 

Presiden Park Geun-hye sebleumnya mengatakan akan melakukan berbagai cara untuk mendorong ekonomi. Sedangkan Menteri Keuangan Choi Kyung-hwan berjanji akan melakukan aksi masif. Investor berspekulasi, pemerintah akan menekan bank sentral untuk menurunkan bunga acuan.

Penggelontoran stimulus ini diambil pemerintah setelah perekonomian pada kuartal II (April-Juni) hanya melaju 0,6%, dibanding periode kuartal sebelumnya. 

Sedangkan Bank of Korea menunjukkan, realisasi belanja swasta atau non-pemerintah di periode ini turun 0,3%, setelah naik tipis 0,2% di bulan Januari-Maret.

Editor: Sanny Cicilia