Korea Selatan Kirim Tim ke Selat Hormuz, Belum Putuskan Pengerahan Pasukan



KONTAN.CO.ID - Korea Selatan mengirim tim inspeksi ke kawasan Selat Hormuz untuk menilai kondisi keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Namun, pemerintah Seoul belum mengambil keputusan untuk mengerahkan pasukan ke kawasan Teluk.

Baca Juga: Prancis Mulai Proses Larangan Produk dari Permukiman Israel di Tepi Barat


Melansir Reuters Selasa (8/9/2026), Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan, tim tersebut dikirim untuk mengevaluasi situasi keamanan di Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi perdagangan minyak global.

Tim Korea Selatan telah berangkat ke Uni Emirat Arab (UEA) pada akhir pekan lalu dan diperkirakan kembali ke negaranya paling cepat pekan ini, menurut kantor berita Yonhap yang mengutip Kementerian Pertahanan.

Langkah tersebut dilakukan setelah kantor kepresidenan Korea Selatan pada Jumat menyatakan bahwa pemerintah sedang mempertimbangkan sejumlah opsi, termasuk langkah militer, untuk mendukung kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur transit utama pasokan minyak dunia. Gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi distribusi energi global dan meningkatkan risiko kenaikan harga minyak.

Meski demikian, kantor kepresidenan Korea Selatan membantah laporan media yang menyebut pemerintah telah memutuskan pengerahan pasukan ke kawasan tersebut.

Baca Juga: Helikopter Layanan Dokter Terbang Jatuh di Sarawak Malaysia, 5 Orang di Dalam

Tekanan dari AS

Rencana evaluasi tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump pada Agustus memutuskan mengurangi skala latihan militer bersama AS dan Korea Selatan.

Salah satu faktor yang melatarbelakangi keputusan tersebut adalah penolakan Seoul untuk membantu Washington dalam perang AS-Iran.

Korea Selatan kini menghadapi dilema antara menjaga hubungan keamanan dengan AS dan menghindari keterlibatan langsung dalam konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, Iran telah memperingatkan Korea Selatan agar tidak mengambil langkah militer di kawasan Teluk.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran melalui platform X mengatakan, setiap kehadiran militer Korea Selatan atau keterlibatan dalam operasi di Teluk dan Selat Hormuz akan dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap "agresi" AS.

Baca Juga: Gaji Naik Rp 30 M, PM Negeri Tetangga Ini Sumbangkan Seluruh Kenaikan untuk Sosial

Iran juga memperingatkan bahwa keterlibatan tersebut akan membawa konsekuensi serius.

Dengan demikian, pengiriman tim inspeksi menjadi langkah awal bagi Seoul untuk menilai risiko sebelum menentukan kebijakan lebih lanjut terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz.